Bupati Ponorogo Minta Warganya Turut Pelihara Jalan 

JoSS, PONOROGO – Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni mengatakan, minta masyarakat ikut memelihara jalan agar tidak cepat rusak. Walau saat ini jalan di Ponorogo bisa dilalui semua kendaraan, namun pengguna jalan perlu memperhatikan kemampuan jalan dan kapasitas muatan kendaraan atau tonasenya.

Ipong menambahkan, ada tiga persoalan yang mengakibatkan kerusakan jalan-jalan di Ponorogo. Pertama, tidak adanya klasifikasi jalan, kedua minimnya pengawasan, dan ketiga adalah rendahnya kedisiplinan masyarakat dalam memelihara jalan.

Jalan di Ponorogo, jelas Ipong, belum ada klasifikasinya seperti kelas I, II, atau III.

“Itu karena keterbatasan anggaran. Sehingga siapa pun boleh lewat di situ padahal bukan kelasnya,” jelasnya.

Faktor lain yaitu jumlah personel pengawas jalan terbatas. Padahal, ungkap dia, Ponorogo termasuk daerah yang memiliki jumlah titik tambang paling banyak dibandingkan kabupaten tetangga.

Untuk itu, dia meminta Dinas Perhubungan Kabupaten Ponorogo segera menyiapkan rancangan untuk peningkatan pengawasan jalan tersebut.

“Kelebihan muatan itu yang penting untuuk diawasi,” tambahnya.

Baca juga: Minimalkan Gangguan Saat UNBK, Disdik Ponorogo Surati PT Telkom dan PLN 

Mengenai faktor kedisiplinan masyarakat, menurut Ipong, masih rendah dalam ikut memelihara jalan. Dia meminta masyarakat untuk memperhatikan kemampuan jalan dibandingkan denngan kapasitas tonase kendaraannya.

Tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Ponorogo akan fokus pada pembangunan jalan di wilayah pinggiran. Berdasarkan data terbaru, jalan rusak di wilayah Ponorogo tinggal 19 persen.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto mengatakan, perbaikan dan pembangunan jalan di Ponorogo fokus untuk kawasan pinggiran Ponorogo, lantaran untuk jalan utama milik kabupaten sudah relatif bagus.

Jamus menyampaikan data jalan rusak di Ponorogo saat ini tinggal 18 persen hingga 19 persen. Jalan yang rusak ini merupakan jalan sekunder atau jalan penghubung antardesa di Ponorogo.

Dia menyampaikan jalan-jalan yang diperbaiki diharapkan bisa dipelihara masyarakat. Serta berharap jalan yang diperbaiki sebaiknya tidak dilalui kendaraan atau alat angkut yang beratnya melebihi kekuatan jalan. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*