Warga Ingin hidupkan Lagi Situs Sejarah Gunung Kunci

JoSS, SUKOHARJO – Situs sejarah Gunung Kunci yang terletak di Kecamatan Kartasura yang lama terbengkalai bakal dihidupkan kembali sebagai objek wisata bersejarah. Situs tersebut merupakan peninggalan dari Keraton Kartasura, yang saat ini kondisinya tidak terawat.

Sejumlah masyarakat RW 9 Kelurahan Kartasura, Sukoharjo, bersama sejumlah komunitas bergotong-royong membersihkan area situs sejarah Gunung Kunci, Minggu (10/3). Mereka berencana menghidupkan kembali tempat ini sebagai objek wisata sejarah.

Menurut koordinator Komunitas Pejuang Untung Suropati, Kartasura, Janto, bangunan bersejarah itu banyak ditumbuhi oleh tanaman liar maupun sebagai tempat pembuangan sampah liar.

“Kita membersihakan situs sejarah yang kondisi tidak terawat dan kumuh, jelas sangat disayangkan dan prihatin sekali,” katanya seperti dirilis Solopos.com.

Dia menambahkan, Gunung Kunci ini seharusnya tetap terjaga dan terpelihara dengan baik tapi kondisinya malah tidak terawat.

Padahal sampai saat ini, tempat tersebut juga masih sering dikunjungi warga dan dipakai buat untuk bersemedi atau bertapa.

“Hal itu yang membuat kita tergerak untuk membersihkan tempat ini, mungkin nanti ada perbaikan di sekitar situs sejarah ini, seperti saluran air maupun mempercantik lagi akan lebih menarik dan bisa dijadikan objek wisata,” ucapnya.

Untuk menjaga situs bersejarah ini tetap bersih, Janto dan timnya berencana akan melakukan kerja bakti setiap satu bulan sekali.

Agar kondisi Gunung Kunci tetap terjaga dan terkesan tidak angker, karena tempat ini merupakan peninggalan nenek moyang yang serat akan nilai sejarah dan budaya.

Sementara itu untuk perbaikan dan memperindah area tersebut rencananya akan kerjasama dengan pihak lain.

Baca juga: Tiga Tabloid Bodong Beredar Di Sukoharjo Jelang Pemilu

Menurutnya, Gunung Kunci ini konon dulu merupakan sebuah taman sari Keraton Kartasura, yang mana kini tinggal gundukan tanah atau bukit kecil.

Sedangkan di pinggirnya, dulu ada kolam segaran dan alun-alun, sehingga dulu raja maupun keluarga keraton sering datang kesini untuk rekreasi.

Namun sekarang ini kolam segaran tersebut dijadikan lapangan oleh warga.

“Jadi Gunung Kunci itu dulu sebagai tempat segoroyoso atau tempat rekreasi keluarga keraton, ini legenda yang harus dilestarikan dan dipelihara,” ucapnya.

Ketua Kampung Iklim Sesamaku, Tri Wahyudi, menambahkan pada kerja bakti ini, sampah yang terkumpul akan di olah menjadi pupuk kompos dengan menggunakan alat pengolahan sampah.

“Kami lakukan penanganan sampah dan menciptakan lingkungan bersih serta sehat, yang merupakan program Kampung Iklim Sesamaku di kampung RW 09 Kelurahan Kartasura,” katanya.

Sementara hasil pupuk kompos akan dipakai untuk penghijauan di wilayah Kampung Iklim. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*