Undur Diri dari Partai Demokrat, Andi Arief Jalani Rehabilitasi Hari Ini

demokrat
Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief terjerat penggunaan sabu | Foto: google

JoSS, JAKARTA – Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mengundurkan diri dari jabatannya Selasa (5/3) malam. Hal itu terkait penangkapannya dalam kasus penggunaan sabu, Minggu (3/3).

Wasekjen Partai Demokrat Rahlan Nashidik menjelaskan bahwa Andi Arief telah menyampaikan pesan kepada DPP Partai Demokrat soal permohonan pengunduran diri dari kepengurusan.

Rahlan mengaku akan melanjutkan pesan pengunduran diri Andi Arief kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang saat ini tengah berada di Singapura.

Menurutnya, pengunduran diri Andi Arief akan dibahas melalui mekanisme partai dalam waktu dekat. Terkait kasus dugan pengguna narkoba yang tengah ditangani pihak kepolisian, Andi Arief dilaporkan telah diperbolehkan pulang kemarin setelah menjalani asessment terkait kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Sebelumnya, Andi Arief ditangkap terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu, di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat, Minggu (3/3). Polisi menyita seperangkat alat penggunaan narkotika seperti bong dan korek api.

Baca juga: Mabes Polri Pastikan Tak Ada Wanita Bersama Andi Arief

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menuturkan setelah diperiksa sejak Minggu 3 Maret 2019 pada Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri, saat semua berkas pemeriksaan dan administrasi telah selesai makan yang bersangkutan segera dipulangkan.

“Jadi saya klarifikasi bahwa proses administrasinya saudara AA sudah selesai. Semua surat-surat juga sudah ditandatangani. Jadi malam ini AA sudah boleh pulang,” tuturnya, Selasa (5/3) malam.

Kendati sudah dipulangkan, menurut Dedi, Andi Arief tetap diwajibkan mendatangi Kantor BNN mulai hari ini untuk menjalani proses rehabilitasi sesuai dengan hasil assesment. “Besok saudara AA akan datang kembali untuk jalani proses rehabilitasi di BNN,” katanya.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Ardian Sopa menilai kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan politikus Partai Demokrat Andi Arief dapat mempengaruhi elektabilitas partainya dan juga pasangan capres-cawapres yang didukung, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Apa pun yang terjadi, ini [kasus Andi Arief] akan berpengaruh, baik ke capres yang didukung maupun partai asalnya. Tetapi saya lihat lebih berpengaruh ke partainya,” kata Ardian.

Ardian menilai dampaknya akan sangat terasa bagi Demokrat karena sosok Andi lebih diasosikan pada partainya, ketimbang paslon yang ia dukung. Untuk itu, ia meniai Demokrat memerlukan energi baru untuk bisa bangkit kembali.

“Kita tentu ingat ketika Pemilu 2009, Demokrat berhasil memperoleh suara tertinggi dengan perolehan 20% namun turun drastis pada 2014 menjadi sekitar 10% karena petingginya banyak yang terlibat kasus korupsi. Hasil survei terbaru juga menunjukkan elektabilitas Demokrat hanya berada di kisaran 5-6%,” paparnya.

Ardian mengungkapkan masa depan elektabilitas partai yang dipimpin Susilo Bambang Yuddhoyono itu akan sangat dipengaruhi dengan cara partai mengontrol dampak yang muncul dari kasus ini. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*