
JoSS, SOLO – Para ulama dan tokoh Soloraya akan menyampaikan pesan damai untuk Indonesia, agar pemilu dan pasca pemilu 17 April mendatang tetap berjalan kondusif dan damai. Pesan damai itu diwujudkan dalam acara Silaturahmi Umat yang mengusung tema: Pesan Damai dari Solo untuk Indonesia, malam ini (29/3) di Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Menurut Ketua panitia Silaturahmi Umat, Muhammad Halim, kegiatan tersebut berawal dari keprihatinan mengenai pergelaran kontestasi Pemilu 2019 yang bisa berpotensi memecah belah umat, mau pun persatuan komponen bangsa.
“Kami hanya ingin mengembalikan gelaran ini, jangan sampai menimbulkan perpecahan. Pesan damai harus menjadi komitmen bersama. Siapa pun yang menang harus legawa. Jangan sampai terjadi kerusuhan di masyarakat. Kami ingin damai lintas organisasi,” jelas Halim, seperti yang dilansir dari solopos.com, Jumat (29/3).
Selain kegiatan silaturahmi umat, juga direncanakan ada ikrar damai dari Solo untuk Indonesia. Seusai kegiatan juga diharapkan tidak ada perpecahan pada ajang kegiatan lima tahunan ini.
Hadir dalam kegiatan itu Habib Umar Assegaf, Mu’inudinillah Basri, Ustaz Wahyuddin, Subari, Sofwan Fauzi, Ahmad Sukina, Buya Soni, dan Muhtarom, Pengulu Tafsir Anom Karaton Solo.
Sementara Wakil ketua penyelenggara, Burhanudin Hilal mengatakan, kegiatan itu bukan acara dari tim pasangan calon (Paslon) tertentu. Peserta juga dilarang memakai atau membawa atribut partai politik, dilarang memakai atau membawa atribut kampanye capres atau cawapres dan dilarang melakukan kampanye politik.
“Supaya menghindari fitnah, itu kegiatan paslon tertentu, apalagi masih masa kampanye, makanya acara ini tidak bagian dari acara kampanye, tidak bagian acara paslon tertentu, tidak acara dari tim pemenangan tertentu. Kami sudah berkomitmen,” jelas Burhanudin.
Baik bagi panitia, baik penceramah, mau pun seluruh yang hadir dalam kegiatan. Karena nanti akan ditempatkan satgas yang bertugas mensterilkan.
Baca juga: Ujaran Kebencian Bisa Pengaruhi Generasi Muda dalam Pemilu
“Apabila ada tokoh melakukan kampanye politik maka aksi itu akan dihentikan moderator. Para tokoh berbicara selama lima menit, tidak boleh menyampaikan apa pun, terutama yang berbau politik praktis,” jelas dia.
Acara silaturahmi ulama se Solo Raya juga pernah berlangsung di kota bengawan ini. Tepatnya September tahun lalu, dalam rangka Tahun Baru 1 Hijriah 1440. Namun acara berlangsung di Masjid Agung Surakarta. Dalam silaturahmi itu, diserukan ikrar resolusi majelis untuk menjaga ukhuwah Islamiyah dan membangun kembali kejayaan umat. (nug/lna)

Leave a Reply