JoSS, SLEMAN – Umat Hindu di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan prosesi Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan, Sleman, Rabu (06/03).
Sebelum Tawur Agung dimulai, umat bersama para resi dan wasi atau pimpinan umat Hindu melakukan prosesi Pradaksina. Prosesi ini mengitari Candi Brahma, Wisnu dan Syiwa di kompleks Candi Prambanan.
Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya mengatakan tujuan utama Tawur Agung Kesanga membangun harmoni dengan unsur-unsur alam seperti air, udara, tanah, api, dan angkasa.
“Dalam kondisi disharmoni, kelima unsur tersebut dapat menimbulkan bencana bagi semua makhluk. Unsur tersebut diharmoniskan demi tercapainya kebahagian alam semesta dan semua makhluk,” jelasnya seperti dirilis Antara.com.
Dengan mengusung tema “Melalui Catur Berata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019′, ia berharap, agar di tahun pesta demokrasi ini, para pemimpin bisa menjadi lokomotif yang menarik gerbong di atas rel, konstitusi, aturan. Sehingga rakyat tidak jatuh ke jurang dan selamat untuk mencapai tujuan nasional.
Baca juga: Punya Hitungan Sendiri, Desa di Bali ini tetap Beraktivitas Saat Nyepi
Sementara itu, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya mengajak umat Hindu untuk mewujudkan Pemilu 2019 yang aman dan damai.
“Terima kasih karena umat Hindu melalui refleksi mendalam, sangat peka dengan situasi dan kondisi bangsa yang mengalami banyak ujian di tahun politik. Kepekaan itu digaungkan secara masif dalam perayaan Hari Suci Nyepi bertema sentral Melalui Catur Berata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019,” kata Lukman.
Lukman menjelaskan salah satu misi Kementerian Agama, yaitu memperkokoh kebersamaan umat beragama, mengandung pesan agar masyarakat Indonesia tidak lelah menjaga kerukunan sebagai bangsa besar dengan kultur keanekaragaman yang telah ada berabad-abad.
“Tawur Agung Kesanga satu hari menjelang Hari Suci Nyepi merupakan momentum untuk introspeksi dan mawas diri agar kita mengenal kepada Sang Pencipta kita dalam menjalani aktivitas ke depannya,” ujarnya.
Dalam momentum menghadapi pesta demokrasi 17 April nanti, Menteri Lukman berharap meski memiliki perbedaan pilihan karena opsi-opsi yang ada, baik capres, cawapres, calon anggota legislatif, kita harus diikat kesamaan pandangan bahwa hakikatnya kita ini satu keluarga besar satu bangsa.
Setelah selesai melaksanakan Upacara Tawur Agung Kesanga, pada sore harinya dilanjutkan dengan prosesi pengerupukan atau mengarak ogoh-ogoh di pura masing-masing yaitu di Pura Jagadnatha, Pura Widya Darma dan Pura Padma Buana.
Ogoh-ogoh atau Bhutakala adalah simbol dari hal-hal negatif, sehingga pada malam pengerupukan ogoh-ogoh itu harus dinetralisir agar tidak menganggu umat hindu yang akan melakukan brata penyepian pada pagi harinya. (Wiek/lna)

Leave a Reply