Punya Hitungan Sendiri, Desa di Bali ini tetap Beraktivitas Saat Nyepi

Desa
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, KARANGASEM BALI – Umat Hindu pada 7 Maret bakal melaksanakan Hari Raya Nyepi tahun Baru Caka 1941. Namun, berbeda dengan Desa Adat Tenganan, Manggis, Karangasem. Desa ini punya hitungan sendiri untuk menentukan perayaan hari raya keagamaan ini.

Tokoh Desa Adat Tenganan, I Wayan Yasa, mengatakan Desa Adat Tenganan tidak sepenuhnya melaksanakan Nyepi seperti yang dilaksnakan umat Hindu pada umumnya. Warga setempat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, mulai dari menyalakan api, makan, minum dan melakukan aktivitas lainnya.

Meski tak ikut merayakan Nyepi sama seperi umat lainnya, namun penduduk Desa Adat Tenganan tak boleh keluar dari Desa Adat Tenganan. “Warga di Desa Adat Tenganan memang tak sepenuhnya mnegikuti Nyepi seperti umat Hindu yang lainnya. Tapi kita tetap menghormati Nyepi dengan cara tidak keluar dari areal Desa Adat Tenganan,” katanya, Rabu (6/3).

Dia menambahkan hal itu karena Desa Adat Tenganan mempunyai Hari Raya Nyepi sesuai dengan kalender Desa Adat Tenganan yang jatuh pada sasih kasa selama lima belas hari, sehingga menurut penghitungannya bukan tanggal 7 Maret.

Sementara itu, Umat Hindu di seluruh penjuru Tanah Air merayakan Nyepi pada hari ini (7/3). Pada Selasa (5/3) Presiden Joko Widodo menerima Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat bersama Panitia Nasional Nyepi Tahun Saka 1941/2019 dan pimpinan organisasi-organisasi umat Hindu (WHDI, Prajaniti, ICHI, Peradah, KMHDI, PSN) di Istana Merdeka, Jakarta.

Baca juga: Begini Pesan Menteri Agama Momentum Nyepi

Ketua Umum PHDI Pusat, Wisnu Bawa Tenaya, usai pertemuan menjelaskan pada Rabu (6/3) akan dilaksanakan ritual Tawur Kesanga Nasional dalam rangkaian Hari Suci Nyepi, di Candi Prambanan, Yogyakarta.

Dalam pertemuan itu, PHDI dan Panitia Nasional Nyepi juga menyampaikan kepada Presiden mengenai laporan penyelenggaraan peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941 yang bertepatan pada 7 Maret 2019.

“Kami datang untuk melapor kepada Bapak Presiden dalam rangka Hari Suci Nyepi yang jatuh tanggal 7 Maret. Kemudian besok tanggal 6 Maret kita melaksanakan ritualnya di Prambanan,” ujar Wisnu, seperti dikutip dari Balipost, Rabu (7/3).

Untuk upacara Tawur Kesanga Nasional di Candi Prambanan, Wisnu Bawa Tenaya memastikan Menteri Agama yang akan hadir. Sementara untuk Dharmasanti Nasional Perayaan Nyepi di Art Center Bali, PHDI berharap Presiden Joko Widodo bisa menghadirinya.

Menurut Wisnu Bawa, upacara Dharmasanti sudah beberapa kali dilakukan di Jakarta, tetapi kali ini akan dilaksanakan di Bali, karena umat Hindu di tanah air ingin untuk bisa bertemu dengan saudara-saudaranya. Selain itu, sebagai pengingat agar jangan lupa dengan kampung halaman.

“Kami melaporlan juga akan melaksanakan Dharmasanti, nanti kita akan lakukan di Bali di Art Center. Tinggal tanggal waktunya nanti dari Bapak Presiden, kapan beliau ada waktu luang untuk melakukan. Ancer-ancernya 5 April yang akan kami laksanakan di Bali,” ucap Wisnu Bawa. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*