
JoSS, SINGAPURA – Pemerintah Singapura mengeluarkan larangan bagi semua penerbangan yang menggunakan pesawat Boeing 737-8 MAX keluar atau masuk negaranya. Sementara itu 10 maskapai mengaku masih akan menggunakan pesawat jenis tersebut.
“Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) menghentikan sementara operasi semua jenis pesawat Boeing 737-8 MAX ke dan dari Singapura setelah dua kecelakaan fatal melibatkan Boeing 737-8 MAX dalam waktu kurang dari lima bulan,” demikian pernyataan dari Singapura.
CAAS menyatakan bahwa larangan ini mulai berlaku terhitung mulai Selasa (12/3) pukul 14.00 waktu setempat. Larangan ini dikeluarkan setelah dua kecelakaan yang melibatkan pesawat Boeing 737 MAX 8 terjadi dalam kurun waktu kurang dari lima bulan.
Aturan ini akan berdampak pada sejumlah penerbangan maskapai Singapura, SilkAir, yang memiliki enam pesawat Boeing 737-8 MAX. CAAS mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Bandara Changi untuk meminimalkan dampak pada para penumpang.
Selain itu, maskapai lain yang mengoperasikan Boeing 737-8 MAX menuju Singapura adalah China Southern Airlines, Garuda Indonesia, Shandong Airlines, dan Thai Lion Air.
“CAAS akan memantau situasi dan berkomunikasi dengan Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat dan penyelenggara penerbangan lainnya, termasuk Boeing,” tulis CAAS sebagaimana dikutip Channel NewsAsia.
Sementara itu, setidaknya sepuluh maskapai menyatakan masih akan mengoperasikan Boeing 737 – 8MAX di tengah kekhawatiran karena dua armada jenis tersebut mengalami kecelakaan dalam kurun waktu kurang dari enam bulan.
Seperti dikutip dari CNNIndonesia, dari kesepuluh maskapai tersebut, dua di antaranya berasal dari Amerika Serikat, salah satunya American Airlines.
Melalui sebuah pernyataan, American Airlines memastikan akan tetap mengoperasikan 24 armada Boeing 737-8 MAX yang mereka punya selama proses penyelidikan kecelakaan pesawat tersebut belum rampung.
“Kami percaya penuh pada pesawat dan kru kami, yang merupakan yang terbaik dan paling berpengalaman di industri ini,” demikian pernyataan American Airlines.
Maskapai tersebut menyatakan akan tetap memantau proses penyelidikan atas dua kecelakaan yang melibatkan pesawat Boeing 737 MAX 8.
Setelah rentetan insiden ini, Indonesia dan China menghentikan sementara pengoperasian Boeing 737 MAX 8.
Baca juga: Giliran RI Larang Maskapai Nasional Terbangkan Boeing 737-8 MAX
Namun, salah satu maskapai AS lainnya, Southwest Airlines, masih akan tetap menggunakan 34 pesawat jenis tersebut.
“Kami tetap yakin akan keselamatan dan daya jelajah lebih dari 750 armada Boeing kami,” demikian pernyataan maskapai tersebut.
Senada, Norwegian Airlines juga menyatakan bakal tetap mengoperasikan 18 armada Boeing 737-8 MAX yang mereka punya.
“Kami terus berdialog dengan Boeing dan mengikuti instruksi dan rekomendasi otoritas aviasi tersebut. Keselamatan penumpang kami masih dan akan terus menjadi prioritas utama kami,” ujar Direktur Operasi Penerbangan Norwegian Airlines, Tomas Hesthammer.
TUI Aviation juga akan tetap mengoperasikan 15 pesawat Boeing 737 MAX 8 mereka karena tak mau termakan spekulasi yang beredar.
“Tak ada indikasi kami tidak dapat mengoperasikan 737 MAX kami secara aman seperti pesawat lainnya dalam jaringan kami,” tulis TUI Aviation.
Delapan pesawat Boeing 737 MAX 8 milik SilkAir juga akan tetap beroperasi untuk membawa penumpang ke Bengaluru, Cairns, Chongqing, Darwin, Hiroshima, Hyderabad, Kathmandu, Kuala Lumpur, Penang, Phnom Penh, Phuket, dan Wuhan. (lna)

Leave a Reply