
JoSS, JAKARTA – Diskon tarif di Jalan Tol Trans Jawa sebesar 15 Persen dipastikan masih akan berlaku hingga Lebaran tahun ini. Menyusul masih alotnya pembahasan integrasi tarif antaroperator jalan tol.
Hal itu disampaikan Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Selasa (26/3). Menurutnya diskon tarif jalan tol Trans Jawa masih diperpanjang karena pembahasan integrasi tarif antaroperator jalan tol belum selesai.
Dia menambahkan masa pembangunan dan pengoperasian jalan tol yang beragam menjadi salah satu penyebab perumusan tarif menjadi alot. Adapun perpanjangan diskon tarif 15% itu berlaku hingga 2 bulan ke depan atau menjelang Lebaran, Juni 2019 mendatang.
“Sementara (perpanjang) diskon ya, karena memang (tarif integrasi) belum disepakati. Ini nanti dibicarakan antar-BUJT (Badan Usaha Jalan Tol), kalau disatukan tarifnya bagaimana,” ujarnya.
Basuki mengakui, perumusan integrasi tarif jalan tol Trans Jawa yang dikelola oleh operator yang beragam memang tidak mudah. Terlebih, masa pembangunan dan pengoperasian jalan tol juga beragam sehingga struktur biaya yang dikeluarkan di setiap ruas jomplang.
Dia menggambarkan, tarif per kilometer ruas Jakarta –Cikampek hanya Rp200 karena sudah beroperasi seak 1984. Sementara itu, tarif per kilometer ruas Cikipo—Palimanan mencapai Rp1.000. “Ruas-ruas yang baru beroperasi tahun lalu lebih dari Rp1.000 per kilometer,” kata Basuki.
Sebelumnya, Kementerian PUPR sudah meminta operator untuk menyederhanakan tarif di koridor Trans Jawa. Sebab, untuk lintas Jakarta—Surabaya saja, sedikitnya ada 12 ruas yang dikelola oleh tiga entitas pengendali, yakni Jasa Marga, Astra Infra, dan Waskita Toll Road.
Baca juga: Tunggu Uji Kelayakan, Tol Pandaan-Malang Beroperasi Mei
Skema yang lebih sederhana diharapkan membuat tarif tol lebih kompetitif dibandingkan moda angkutan lain. Untuk itu, sejak 21 Januari 2019, operator membagi koridor Trans Jawa menjadi empat klaster. Diskon diberikan untuk pengendara yang melintas penuh di setiap klaster. Skema ini membuat tarif akan semakin rendah untuk jarak jauh.
Sementara itu Organisasi Angkutan Darat (Organda) meminta pemerintah memberikan tarif khusus untuk bus di Jalan Tol Trans Jawa, guna menyuskseskan jalan bebas hambatan yang telah tersambung antara Jakarta-Surabaya.
Ketua Organda Adrianto Djokosoetono berharap mendapatkan diskresi dari biaya tol untuk angkutan darat seperti bus. Dengan demikian, lanjutnya, angkutan darat bisa tumbuh optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Usulan ini disampaikan dalam acara Silaturahmi Pengusaha Angkutan Darat Indonesia yang dihadiri Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi.
“Kalau saya nggak muluk-muluk, sudah pernah kita ajukan juga, supaya mensukseskan Tol Trans Jawa ini, bagaimana jika angkutan kita mendapat diskresi dari biaya jalan tol,” katanya belum lama ini.
Selain itu, dia juga berharap ke depan dilibatkan dalam perencanaan terminal. Sebab, selama ini terjadi perbedaan persepsi lokasi terminal antara pemerintah pusat, daerah, hingga pengusaha. Selanjutnya, dia juga meminta para pengusaha angkutan yang hadir tidak melakukan perang harga. (lna)

Leave a Reply