RSUD Kudus Siapkan Kamar dan Dokter Spesialis Antisipasi Caleg Gagal

Caleg
RSUD dr Loekmono Hadi Kudus | Foto: instagram a.p_mahardhika

JoSS, KUDUS – Mengantisipasi munculnya gejala gangguan jiwa atau stress khusus bagi calon legislatif (caleg) yang gagal bertarung dalam Pemilu 2019, RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, menyiapkan bangsal atau kamar.

Ada satu ruangan dengan fasilitas beberapa bed, yang telah disiapkan rumah sakit milik pemerintah ini. Selain fasilitas, RSUD juga menyiagakan dua dokter spesialis kejiwaan dan 17 paramedis.

Kabid Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi Kudus, Aris Jukisno menjelaskan, pihaknya menyediakan bangsal untuk para caleg stres.

“Dalam rangka persiapan pileg ini, RSUD telah mempersiapkan beberapa kegiatan. Kita mempunyai sel khusus di Ruang Cempaka 1,” kata Aris di kantor RSUD dr Loekmono Hadi, Kudus, Jumat (22/3) seperti dirilis Detik.com.

Menurut dia, ruangan tersebut khusus untuk pasien dengan gangguan jiwa atau untuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Di ruangan itu, RSUD menyiapkan 38 tempat tidur. Tapi tidak menutup kemungkinan kalau misalnya nanti jumlah pasien terlalu banyak (overload).

“Kalau masih overload, kita masih bisa menyediakan 40-45 tempat tidur, bisa. Di situ, RSUD juga menyiapkan ruangan ber-AC. Ada yang kelas 3,2, dan 1,” kata dia. Kemudian, saat pasien caleg masuk, RSUD akan lebih dulu mengidentifikasi. Terutama dengan bagaimana dengan gejalanya, dan keluhannya. “Tidak serta merta kita masukkan ke Cempaka (Ruang Cempaka 1),” imbuh dia.

Baca juga: RSUD Wonosari Siapkan Layanan Gangguan Kejiwaan Untuk Caleg Gagal

Jika pasien mengalami gejala pusing, tidak bisa tidur dalam waktu pendek, dan sebagainya. Aris menilai jika belum ada tanda gejala kejiwaan berat maka pihaknya menyiapkan ruang perawatan.

“Di Ruang Edelweis, Ruang Anggrek 1, Anggrek 2, dan lain. Jadi Ruang Cempaka 1 disediakan untuk mereka yang masuk jenis psikosa,” ujarnya.

“Termasuk sudah bicara sendiri, jangka waktu lama tidak bisa tidur, berorientasi sudah makan bilang belum, sudah mandi bilang belum. Dia menerapkan pribadi itu, maka dengan pemeriksaan dokter kejiwaan, dr Rose dan dr Agung, nanti akan diperiksa di Poliklinik Kejiwaan,” tambahnya.

Selain itu, RSUD Kudus juga menerima pasien kejiwaan dari daerah sekitar. Lantaran RSUD Kudus merupakan rujukan regional pasien jiwa, baik dari Rembang, Jepara, Purwodadi, Blora, Kudus, hingga Demak.

“Sehingga sampai hari ini ada 38 pasien. Hampir 90% ruangan selalu penuh,” kata Aris.

Dr Syarifah Rose, satu dokter kejiwaan RSUD dr Loekmono Hadi menjelaskan, sejauh ini belum ada caleg yang dirawat.

“Belum ada caleg yang dirawat. Baru sebatas pemeriksan kejiwaan sebagai syarat pendaftaran caleg,” terangnya di RSUD. (Wiek/trans)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*