RI Ekspor Bus Eksekutif Bikinan Karoseri Ungaran 

Bus eksekutif
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, secara resmi melepas ekspor otomotif di area JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (21/3) | Foto: twitter Kemlu RI

JoSS, JAKARTA – Pemerintah RI secara resmi mengekspor bus eksekutif buatan CV Laksana Karoseri Ungaran Jawa Tengah ke Bangladesh. Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, secara resmi melepas ekspor otomotif tersebut di area JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (21/3).

Adapun unit bus yang diekspor adalah SR2 XHD Prime. Bus ini berjenis high decker, dan buatan asli karoseri bus asal Ungaran, Jawa Tengah. Dan untuk sasis plus mesin, disuplai oleh Scania.

“Mengucapkan selamat kepada CV Laksana atas ekspor 4 busnya ke Bangladesh. Ini menujukkan daya saing Indonesia tidak kalah dengan negara-negara lain,” ujar Retno pada ajang Busworld South East Asia 2019, tersebut.

Selain 4 bus berjenis high decker, CV Laksana juga akan mengekspor 10 bus double decker dengan nilai total transaksi senilai USD 808 ribu atau setara Rp 11,4 miliar.

“Pengiriman bus ini merupakan realisasi dengan Bangladesh untuk meningkatkan kerjasama ekonomi. Kita juga sedang ada proses FTA (Free Trade Agreement) mudah-mudahan bisa disepakati paling lambat tahun 2020,” lanjutnya.

Dia berharap, pengiriman 4 bus ini hanya awal dari banyak hal yang akan terjadi antara Indonesia dan Bangladesh tentunya akan jadi inspirasi perusahaan lain di Indonesia untuk mengembangkan pasarnya, di pasar-pasar yang potensial, yang selama ini belum secara serius belum digarap.

Baca juga: Rest Area Tol Trans Jawa Bakal Ditambah Fungsinya Jadi Terminal Bus

Retno menambahkan, Bangladesh sendiri adalah salah satu mitra bisnis penting Indonesia di kawasan Asia Selatan. Selain bus, pada awal 2019 lalu, Indonesia lewat PT Inka juga sudah mengirim 15 gerbong kereta untuk tahap pertama dari total 250 gerbong pesanan.

Technical Head Manager Karoseri Laksana, Stefan Arman, SR2 XHD Prime yang dijual ke pasar Bangladesh memiliki spek kurang lebih sama dengan unit yang dijual di Indonesia. “Secara model desain eksterior dan interior, sekilas sama (dengan yang dijual di Indonesia),” kata Stefan.

Meski terlihat sama, menurut Stefan ada sejumlah detail yang dibedakan sesuai permintaan. Yakni meliputi dimensi dan desain bodi.

Dari dimensi, di Indonesia bus tipe ini panjang sekitar 13 meter kalau di Bangladesh bisa sampai Rp 13,5 meter, sesuai request mereka,” lanjutnya.

Perbedaan lain ada di sektor bodi, bus Laksana yang diekspor ke Bangladesh tidak terdapat pintu di bagian belakang atau bagian tengah. Jadi pintunya hanya ada di bagian depan.

Sementara untuk sasis dan engine menggunakan buatan Swedia (Scania). Artinya, bus ini bakal pakai Scania dengan kode K360iB, yang diklaim punya tenaga maksimal 360 dk di 1.900 rpm dan torsi 1.750 Nm di 1.350 rpm.

Lantas berapa harga bus Laksana SR2 XHD Prime setelah masuk pasar Bangladesh? “Harga ekspor nya Rp 2,5 miliar,” pungkas Stefan, seperti dikutip dari Detik.com.

Selain bus tipe high decker, CV Laksana juga bakal mengirim sepuluh bus jenis double decker (bus tingkat). Nilai total transaksi sepuluh bus double decker mencapai 808 ribu dolar AS atau setara Rp 11,4 miliar. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*