
JoSS, SOLO – Rapat Senat tertutup akhirnya menunjuk Jamal Wiwoho sebagai calon tunggal Rektor Universitas 11 Maret (UNS) Solo untuk periode 2019-2023. Ajang pemilihan rektor berdasarkan musyawarah mufakat ini diapresiasi oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).
Sebanyak 127 anggota senat UNS menghadiri sidang senat tertutup pemilihan rektor UNS, Selasa (26/3). Hadir pula Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) yang diwakili Staf Ahli Bidang Infrastruktur, Hari Purwanto.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor (PPR) UNS Solo, Sahid Teguh Widodo, mengatakan pemilihan rektor dilaksanakan dengan mekanisme musyawarah mufakat. Tiga calon rektor UNS, yakni Jamal Wiwoho, Sutarno, dan Widodo Muktiyo.
Dua nama yang disebut terakhir bersepakat melalui musyawarah menunjuk Jamal Wiwoho sebagai calon tunggal Rektor UNS periode 2019-2023. Tahapan selanjutnya setelah rapat senat tertutup adalah penetapan dan pelantikan.
“Musyawarah mufakat yang dilakukan oleh UNS dalam prosesi pemilihan rektor tersebut memperoleh apresiasi yang luar biasa dari Menristekdikti. Rapat senat tertutup itu hanya mengesahkan Jamal Wiwoho sebagai rektor UNS,” ujar Sahid, di Gedung Rektorat UNS, seperti yang dilansir di solopos.com, Selasa (26/3).
Baca juga: UNS Beri Penghargaan Sinuhun Pakubuwana XII
Staff Ahli Bidang Infrastruktur Kemenristekdikti, Hari Purwanto, menilai prosesi pemilihan rektor di UNS berjalan lancar mulai tahap penjaringan hingga sekarang ini.
Menurut dia, banyak perguruan tinggi negeri lain yang dalam proses transisi kepemimpinan berakhir dengan kericuhan internal kampus. Ada pula yang prosesnya harus sampai ke ranah hukum karena dipenuhi nuansa kepentingan pragmatis.
“Mereka lupa sesungguhnya sebagai civitas akademik, jabatan pemimpin perguruan tinggi hanyalah tugas tambahan. Semoga ini bisa dicontoh oleh kampus lain yang mengutamakan musyawarah dan mufakat. Saya harap UNS terus berkembang dan cita-citanya untuk menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum [PTNBH] segera tercapai,” ujarnya.
Sementara Rektor UNS, Ravik Karsidi mengatakan, kemenangan Jamal adalah kemenangan bersama, upaya yang telah dilakukan demi kepentingan UNS.
“Itu semua demi yang terbaik bagi UNS. Saya tidak ingin hanya karena masalah politik pemilihan rektor baru UNS jadi ada bermusuhan. Tujuan kami hanya satu, membuat UNS menjadi yang lebih baik lagi,” jelas Ravik. (nug/lna)

Leave a Reply