Penataan KLS Wujudkan Kota Pusaka Layak Huni Berkelanjutan

kota
Kawasan Kota Lama Semarang | Foto: PUPR

JoSS, SEMARANG – Kawasan kota lama Semarang saat ini tengah dipercantik. Upaya pemerintah kota Semarang dalam penataan Kota Lama Semarang (KLS) bertujuan mewujudkan kota pusaka yang layak huni dan berkelanjutan.

Proyek penataan KLS berlangsung sejak 2017 dan target rampung akhir April 2017. Anggaran yang digunakan mencapai Rp 183 miliar dan ditangani oleh PT Brantas Abipraya.

Selain mewujudkan kota pusaka yang layak huni dan berkelanjutan, penataan KLS juga meningkatkan aktivitas pertumbuhan ekonomi, terutama di bidang pariwisata. Menurut Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, bahwa progres dari penataan KLS sudah cukup bagus. Sudah 80 persen lebih dan akan selesai di akhir April 2019.

“Progresnya saya kira bagus, sudah 80 persen lebih dan akan selesai pada akhir April 2019. Penataan dilakukan agar kawasan lebih tertata, nyaman dan bisa menjadi tujuan wisata. Selama ini, wisatawan yang datang ke Semarang lebih banyak memilih berkunjung ke Candi Borobudur atau Pulau Karimunjawa,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau pengerjaan Penataan Kawasan Kota Lama Semarang, seperti yang dilansir dari rmol.co, Jumat (29/3).

Basuki berpesan, dalam penyelesaian pengerjaan tetap memperhatikan kebersihan kota dan berhati-hati agar tidak merusak situs budaya yang ada di Kota Lama.

Baca juga: Penataan Kota Lama Dikebut, Target Rampung Maret 2019

“Ini merupakan pekerjaan seni, sehingga perlu diperhatikan detil dan kerapihannya. Kebersihan juga diperhatikan, nanti disemprot air lagi seluruhnya,” tambahnya.

Menteri Basuki mengatakan, dengan dilakukannya penataan kawasan ini nantinya akan dapat menata prasarana dan sarana kawasan.

“Seperti utilitas saluran PDAM, kabel telfon dan listrik yang tidak tertata akan dibuat lebih rapih melalui pemasangan Box Utility,” ujarnya.

Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya juga memberikan fasilitas tambahan di seputar kawasan KLS seperti tempat duduk panjang, tempat sampah, juga lampu penerangan jalan utama  dan trotoar. Penataan lainnya meliputi pekerjaan jalan, dan perbaikan drainase, halte hingga dua kolam retensi Berok dan Bubakan yang akan dipompa dan dialirkan menuju kali Semarang.

“Kita tata dan kembangkan kawasan Kota Lama Semarang. Nantinya akan menjadi kawasan wisata yang bisa mewadahi berbagai kegiatan masyarakat, seperti Car Free Day,  festival kuliner, mau pun event berbasis budaya,” tambahnya.

Kawasan KLS dikenal memiliki bangunan bersejarah dengan arsitektur bergaya Eropa. Dulunya, kawasan ini pernah menjadi pusat kegiatan perekonomian pada masa Hindia Belanda. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*