Pasar Prawirotaman Bakal Jadi Green Building Pertama Di Jogja

JoSS, YOGYA – Pemkot Jogja akan melakukan revitalisasi pasar tradisional Prawirotaman pada tahun ini. Rencananya pasar tersebut akan mencadi percontohan gedung publik ramah lingkungan.

Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogya Agus Tri Haryono mengatakan revitalisasi Pasar Prawirotaman didanai menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat dengan nilai anggaran mencapai Rp 75 miliar.

Dia menambahkan pasar tradisional yang semula hanya satu lantai akan disulap menjadi bangunan vertikal atau empat lantai. Fungsinya tidak hanya dipergunakan untuk aktivitas pasar tradisional tetapi juga untuk pasar produk kreatif.

Baca juga: Kereta Lokal di Jogja Bisa Dipesan dengan Aplikasi KAI Access

Konsep pembangunannya mengandalkan spesifikasi green building sehingga akan menjadi bangunan publik ramah lingkungan yang pertama di Kota Yogya.

“Dari sisi kebutuhan anggaran memang cukup besar. Namun green building akan menghemat energi yang tidak sedikit. Apalagi fungsi pasar yang membutuhkan energi listrik, air dan sumber daya lain yang besar,” katanya, seperti dikutip dari KRJogja.

Menurutnya, selain menghemat energi, konsep green building juga bisa mengurangi dampak negatif dari sisi lingkungan selama proses pembangunan. Dia menambahkan dari sisi penghematan energi diperkirakan mampu menghemat sebesar 20-30 persen dibanding bangunan yang sama tanpa konsep green building.

Agus mengatakan penerapan konsep green building untuk Pasar Prawirotaman dilakukan dengan menerapkan sensor gerak untuk menyalakan lampu. Kemudian penggunaan saniter hemat air yaitu keran air otomatis.

Selain itu, lanjutnya dinding bangunan untuk pasar tidak akan dibangun penuh tetapi hanya setengah, sehingga tidak membutuhkan pendingin ruangan karena sirkulasi udara lebih lancar.

“Kami juga akan menggunakan cat yang sudah memiliki label ‘eco’. Bahkan berbagai peralatan elektronik yang digunakan juga dipastikan ramah lingkungan seperti penggunaan inverter di pendingin ruangan serta detektor karbon dioksida,” papar Agus.

Di sisi lain pengelolaan sampah dan air limbah yang dihasilkan dari berbagai aktivitas di pasar tradisional juga akan diolah terlebih dulu. Terutama dengan prinsip reduce, reuse and recycle sebelum dibuang ke tempat pembuangan sampah maupun ke saluran limbah.

Dengan demikian, limbah yang dihasilkan pasar tidak akan mencemari lingkungan. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Bangunan dan Gedung DPUPKP Kota Yogya Fahrul Nurcahyo, menambahkan penerapan konsep green building untuk pembangunan Pasar Prawirotaman tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Terutama untuk bangunan seluas lebih dari 5.000 meter persegi wajib menggunakan konsep bangunan hijau. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*