Mahasiswi Asal Kalteng Tewas Terseret Air Bah di Bandungan

JoSS, SEMARANG – Seorang mahasiswi atas nama Melsi (21) asal Sungai Lunuk Rt 1 Rw 0 Kelurahan Sungai Lunuk, Kecamatan Tanah Siang, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), tewas terseret air bah bersama sepeda motor yang dikendarainya, Sabtu (23/3).

Mahasiswi Sekolah Tinggi Theologia Sangkakala itu hendak menuju Candi Gedong Songo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang bersama ketiga rekannya saat terjadi musibah. Akan tetapi malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih, Melsi justru terjatuh dari motornya yang mengakibatkan dia tewas.

Kronologi kejadian tersebut disampaikan Kasatlantas Polres Semarang, AKP Agus Martinus, Melsi berboncengan dengan rekannya, Marcerio Britama Putra (19) ) warga Jalan Karya Praja, Briwit, Murung Raya, Kalimantan Tengah, menggunakan sepeda motor dari Salatiga. Ada pula rekan lainnya yaitu, Yosua Lawrence AA Karundeng (19) warga Sungai Lunuk, Tanah Siang,

Baca juga: Petani Bantul Rugi Miliaran akibat Banjir Longsor

Belum lagi memasuki Candi Gedong Songo, tepatnya di tanjakan sebelum sampai di kawasan wisata tersebut, turun limpasan air hujan yang sangat deras dari atas.

Air bah tersebut mendorong motor Yamaha Vega H-6673-KK yang dikendarai Marcerio, sehingga korban oleng ke kiri lalu jatuh. Posisi motor menjadi tidak seimbang padahal limpasan air dari atas masih mengalir deras.

Marcerio berusaha membantu Melsi yang kesulitan untuk bangkit tapi kakinya tersangkut penyangga (standar) motor. Dia juga harus mempertahankan diri dari terjangan arus air yang deras.

Korban yang sudah jatuh kemudian terseret arus air dan masuk ke saluran. Air bah ini membuat korban terseret sejauh 300 meter dari lokasinya terjatuh.

“Warga menemukan jenazah korban di depan SD Neger 3 Ngipik, Desa Candi. Setelah itu warga melapor ke Polsek Bandungan,” ujar Agus.

Agus menjelaskan, kematian korban diakibatkan kepala terbentur saluran air saat terseret arus air. Terdapat luka pada kepala korban.

Sementara menurut Kasubag Humas Polres Semarang, AKP Teguh Susilo Hadi, derasnya arus air selokan di sekitar Kawasan Wisata Candi Gedongsongo tersebut merupakan imbas hujan deras yang turun lebih dari dua jam tanpa henti. Wilayah itu, terbilang ramai dikunjungi wisatawan ketika akhir pekan dan hari libur nasional.

Petrus Saribun, dosen Sekolah Tinggi Theologia Sangkakala di Getasan, Kabupaten Semarang, menyatakan Melsi merupakan mahasiswi di kampusnya.Mendiang Melsi sudah memasuki semester akhir dan tengah mengerjakan skripsinya.

“Betul, itu mahasiswa saya dari STTS Sekolah Tinggi Theologia Sangkakala Getasan semester akhir, sedang skripsi,” ujar Petrus, sesuai yang dilansir dari TribunJateng,com, Minggu (24/3). (nug/lna) 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*