JoSS, JAKARTA – Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’aruf Amin hadir sebagai peserta Debat Pilpres 2019 putaran ketiga dengan gayanya yang khas, bersarung dan berbaju koko putih. Sedangkan Cawapres 02 setia dengan botol minum berisi infused Water.
Di meja tempat Sandi duduk di atas panggung debat tampak satu botol infused water yang didominasi oleh buah lemon. sebaliknya meja Ma’ruf justru tampak lengang. Hanya ada secarik kertas dan bolpen yang belum dia sentuh.
Yang menarik justru para pendukungnya yang juga kompak hadir dengan mengenakan pakaian koko dan bersarung.
Sandi memang terkenal enerjik, bergaya hidup sehat dan gemar berolahraga. Bahkan di debat saat menyampaikan visi dan misinya saat sesi pertama, Sandi berjanji akan menggalakkan olahraga 22 menit per hari.
Debat cawapres antara Ma’ruf dan Sandi mengangkat empat tema yakni pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta sosial dan budaya. Dalam debat dimoderatori dua presenter Transmedia yaitu Putri Ayuningtyas dan Alfito Deannova Ginting tersebut juga diwarnai perang kartu.
Baca juga: Pengamat: Debat Perdana Pilpres Adem-Adem Saja
Ma’ruf memamerkan Kartu Prapekerja, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan Kartu Sembako Murah. Sementara Sandiaga Uno cukup mengeluarkan Kartu tanda Penduduk Elektronik.
“Ini kartu yang akan kami keluarkan. Supaya ibu-bu bisa berbelanja dengan murah supaya mudah untuk mendapatkan kerja,” kata Ma’ruf sambil mengangkat kartu tersebut di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3).
Ma’ruf meminta semua pihak tidak khawatir dalam memikirkan pendidikan anak Indonesia. Dengan kartu ini anak Indonesia bisa terjamin pendidikannya hingga ke jenjang kuliah.
“Oleh karena itu kepada anak-anak semua kalian jangan takut untuk bermimpi jangan takut untuk bercita-cita. Orang tua tidak perlu khawatir akan masa depan anaknya,” jelas Ma’ruf.
Sementara itu, Sandiaga Uno menegaskan tidak akan merepotkan rakyat Indonesia dengan banyaknya kartu. Saat menutup debat cawapres, Sandi mengajak pendukungnya dan rakyat yang menyaksikan debat untuk mengeluarkan dompet dan menunjukkan KTP.
“Kita keluarkan dompet kita, keluarkan satu kartu yang sudah dimiliki yaitu kartu tanda penduduk (KTP). Ini super canggih sudah memiliki chip,” katanya, seperti dikutip dari CNNIndonesia.
Menurut Sandi, lewat chip KTP dan bisa mengelola ‘big data’ dengan baik, maka semua fasilitas layanan baik tenaga kerja kesehatan, rumah, siap kerja, dan pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa terpantau. “KTP ini yang akan menjadi kartu kami,” tegas Sandi. (lna)

Leave a Reply