
JoSS, JOGJA – Jika biasanya pada hari libur sebagian besar masyarakat berlibur ke Bali, namun berbeda untuk liburan Hari Raya Nyepi. Hal itu lantaran tak ada aktivitas apapun oleh warga Bali pada hari itu. Alhasil, wisatawan beralih ke kota-kota tujuan wisata lainnya seperti Bandung dan Jogja.
Di Jogja, libur nyepi pada long weekend kali ini sejumlah kawasan dipadati pengunjung, seperti jalan Malioboro dan Gembiraloka Zoo.
Deretan kendaraan wisatawan yang datang ke Gembira Loka rata-rata menunjukkan pelat asal Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Dirilis Tempo.co, seorang wisatawan asal Denpasar Bali, Martati Ladi, menuturkan pada liburan Nyepi ini ia ikut membawa serta keluarganya berlibur ke Jogja karena tak ikut merayakan hari raya Nyepi.
Dengan suasana Bali yang sebagian warganya masih merayakan hari Nyepi dan tak ada aktivitas, Jogja pun jadi pilihan Martati menjalani liburan. “Saya aslinya dari Sumatera hanya selama ini memang berdomisili di Denpasar, Bali, ini ke Jogja liburan bersama anak-anak,” ujarnya di sela mengunjungi Kebun Binatang Gembira Loka bersama keluargaya.
Martati menuturkan, Yogja masih menjadi pilihan berliburnya saat hari Nyepi karena ia ingin berwisata sambil memberikan edukasi untuk buah hatinya. “Yogja kan memiliki beberapa obyek wisata edukasi, anak-anak juga senang, sudah dua kali ini saat perayaan Nyepi ke Yogja,” ujarnya.
Baca juga: Sambut Nyepi, Umat Hindu Boyolali Gelar ‘Mendak Tirta
Juru Bicara Kebun Binatang Gembira Loka Eros Yan Renanda menuturkan tingkat kunjungan wisatawan pada Rabu 6 Maret 2019 mencapai 9.000 orang. “Saat libur Nyepi ini prediksi kami menurun menjadi sekitar 7000 orang yang berkunjung, karena cuaca juga mendung,” ujarnya.
Ketua Umum Perayaan Nyepi Tahun Saka 1941 DIY, I Made Astra Tanaya, menuturkan umat Hindu di Jogja menggelar serangkaian kegiatan menyambut perayaan Nyepi tahun ini dengan berbagai ritual keagamaan, kesenian, hingga aksi sosial sejak pertengahan Februari lalu.
Rangkaian ritual Nyepi itu di Jogya telah dimulai dengan prosesi Matur Piuning Minggu (17/2), yang dilaksanakan di Tugu Pal Putih Jogja dan Candi Prambanan. Lalu pada Selasa (19/2) dilanjutkan prosesi Ngelinggihan Dewi Tarpini di Pura Jagatnatha Banguntapan.
Kemudian pada Selasa (5/3) dilanjutkan dengan ritual Mapepade Nyukat Karang di Pura Jagatnatha Banguntapan. Pada Minggu (3/3), digelar upacara Melasti atau labuhan sebagai simbol untuk pembersihan di pantai selatan Yogya. Kemudian pada Rabu (6/3), dilaksanakan upacara Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan.
Setelah itu, umat Hindu di Jogja akan menggelar tradisi Darma Santi sebagai penutup dari rangkaian Nyepi pada Sabtu (23/3) di Kantor Kepatihan Gubernur DIY. “Di sini akan dilakukan tradisi saling memaafkan sehingga tidak ada lagi rasa benci, juga marah antarumat,” ujarnya. (Wiek/lna)

Leave a Reply