KPU Gandeng Difabel Sortir Lipat Surat Suara

sortir lipat surat suara
Ratusan pekerja sortir lipat surat suara untuk Pemilu 2019 yang diperkejakan KPU Kota Semarang di Balai Sindoro Kompleks PRPP. | Foto: gus/ joss.co.id

JoSS, SEMARANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggandeng kaum difabel dalam proses sortir lipat surat suara untuk Pemilu 2019 Kota Semarang di Gedung Sindoro Kawasan PRPP.

Menurut Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom, pihaknya memang menggandeng 300 pekerja dalam membantu proses sortir dan lipat surat suara. Selain dari warga biasa, kalangan difabel juga diajak serta demi pemberdayaan dan menambah penghasilan mereka.

“Ada 20 orang difabel. Mereka juga merespon positif pekerjaan ini,” terangnya kepada JoSS.co.id di Semarang, Kamis (7/3).

Dijelaskan, ratusan pekerja akan mendapatkan upah yang berbeda. Perhitungannya, setiap kelompok akan mendapatkan upah Rp 60 per lembar surat suara pilpres, Rp 100 per surat suara DPD, dan Rp 135 per surat suara legislatif.

Nantinya, para petugas sortir ini harus melaporkan jika mungkin menemui ada surat suara yang warnanya kabur, termasuk menemukan tanda tertentu seperti bercak, gambar tidak lengkap.

Mereka juga sudah diberi pelatihan serta gladi bersihterkait surat suara yang boleh dilipat dan tidak boleh dilipat.

“Proses sortir lipat ini dimulai dari surat suara pilpres, lalu surat suara legislatif, dan terakhir surat suara DPD,” tukasnya.

Baca juga: 200 WNA di Jateng Punya E-KTP, KPU : Kami Pastikan Tidak Masuk DPT

Ditambahkan, proses sortir lipat akan dilakukan selama 21 hingga 25 hari. Sedangkan surat suara pilpres sendiri, Nanda menargetkan tiga hingga empat hari selesai.

“Surat suara pilpres targetnya dikebut supaya kami bisa segera tahu jumlah surat suara yang cacat dan kami juga akan melakukan rapat pleno DPTb. Sehingga, kami punya dasar melakukan pemesanan tambahan untuk surat suara pilpres,” jelasnya.

Diakuinya, hal tersebut sangat menjadi perhatian mengingat DPTb Kota Semarang meruakan salah satu terbesar di Jawa Tengah. Sehingga, dia mengupayakan agar tidak kekurangan surat suara pilpres.

Sejauh ini, kata Nanda, petugas telah menemukan beberapa surat suara cacat seperti cetakan kurang rapi, surat suara belakang tidak tercerak, dan hal lain terkait problematika percetakan.

Kabag Ops Polrestabes Semarang AKBP Iga Dwi Perbawa Nugraha menuturkan, pihaknya mengerahkan 60 personil khusus untuk pensortiran dan pelipatan yang dikakukan di Gedung Sindoro. Petugas tersebut melakikan penjagaan selama 24 jam tanpa henti.

“Kami mengamankan aset baik barang, orang, maupun tempat. Setiap pergerakan logistik dari gudang di Pergudangan Diamon menuju sini atau sebaliknya selalu kami amankan,” katanya. (gus/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*