Digadang Mampu Tingkatkan Ekspor, Bisakah NYIA Selesai April?

Kulonprogo
Desain New Yogyakarta International Airport (NYIA) atau bandara kulonprogo | Foto: google

JoSS, JOGJA – Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo terus dikebut. Bandara berkapasitas 14 juta per tahun ini, diharapkan mampu menggenjot potensi ekspor DIY.

Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta Y Sri Susilo mengatakan secara teori peluang ekspor DIY akan meningkat dengan kehadiran bandara baru. Namun, fakta saat ini, ekspor saat ini terutama produk-produk UMKM masih sangat tergantung pihak ketiga di luar DIY seperti melalui Semarang, Surabaya, Bali, Jakarta dan sebagainya.

“Peluang adanya NYIA ini tidaklah mudah. Pasalnya, memang sebagian besar pelaku UMKM di DIY tidak sebagai eksportir, tetapi masih minta bantuan eksportir lain. Artinya UMKM di DIY belum banyak yang menjadi eksportir,” kata dia.

Ia mengatakan UMKM sendirilah yang harus menjadi eksportir, bukan melalui pihak ketiga atau melalui perantara eksportir lain. Selain itu, harus ada eksportir DIY yang bisa membantu UMKM untuk naik kelas menjadi eksportir.

Ini berarti kehadiran bandara baru tidak bisa langsung dimanfaatkan seketika untuk mendongkrak ekspor DIY. Namun, masih ada proses untuk mempersiapkan pelaku UMKM DIY siap merambah pasar asing.

Ia menggarisbawahi upaya untuk menghubungkan eksportir DIY dengan UMKM yang belum siap menjadi eksportir mandiri sangat penting. Selain itu, untuk meningkatkan ekspor di DIY juga perlu dilihat upaya memudahkan eksportir komoditas utama yang ada di DIY seperti perusahaan tekstil, kulit, mebel, dan kerajinan.

Baca juga: Sambut NYIA, BLK Kulonprogo Buka Kelas Kebandarudaraan

Bandara Kulonprogo ini ditargetkan bisa beroperasi pada April 2019. Pembangunan bandara di Kulonprogo ini terus dikebut.

Adapun saat pengoperasian terminal internasional yang ditarget April 2019 dilengkapi beberapa fasilitas. Di antaranya fasilitas sisi udara (airside) yang meliputi landas pacu, rapid taxiway 1, holding bay 1, paralel taxiway, exit taxiway, dan apron yang ditargetkan rampung 100%.

Sementara itu, Komisaris Utama PT PP (Persero) Tbk (PTPP) Andi Gani Nena Wea mengatakan, total nilai proyek Bandara NYIA sangat besar senilai Rp6,5 triliun dan dijadwalkan selesai 100% sesuai kontrak Juli 2020. PTPP sendiri kontraktor pembangunan Bandara NYIA.

“Dalam pengerjaan ini PTPP mengerahkan 6.000 pekerja untuk segera menyelesaikan,” kata Andi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (6/3).

Menurutnya, pembangunan Bandara NYIA lebih cepat dari target yang ada tetapi dengan tetap memperhatikan kualitas yang prima juga keselamatan kerja untuk pekerja pekerja proyek.

“Bandara yang dibangun ini mempunyai kapasitas penumpang 14 juta penumpang per tahun 10 kali lipat dari kapasitas Bandara Adisucipto,” katanya.

Bandara NYIA memiliki runway 3,250 meter dengan kemampuan melayani pesawat terbesar di dunia Airbus A 380 maupun Boeing 777 . Andi Gani yakin PTPP mampu menyelesaikan proyek besar ini dengan cepat dan kualitas yang terbaik. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*