
JoSS, SENGKANG SULAWESI SELATAN – Seekor babi kecil diserahkan warga ke kantor polisi gara-gara diduga sebagai babi ngepet. Babi kecil tak lazim yang ditemukan di tengah permukiman tersebut membuat gempar masyarakat di Kelurahan Watanglipue, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Senin (4/3).
Bentuk babi yang bercorak hitam kecokelatan dan berbulu panjang tipis dianggap sebagai babi ngepet.
Terlebih, beberapa waktu lalu, isu babi ngepet sempat menggemparkan masyarakat. Karenanya, babi tersebut pun dibawa ke kantor kelurahan lalu dibawa ke Mapolsek Tempe.
“Itu babi tadi pagi didapat warga, dibawa ke Polsek (Tempe),” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kapolsek Tempe, Iptu Saifullah Syan pun membenarkan adanya babi yang ditangkap masyarakat dan diduga babi ngepet. “Iya, dikira babi ngepet, tapi ternyata babi beneran,” katanya seperti dikutip dari Tribunnwes.com.
Kini, babi tersebut pun dikembalikan ke masyarakat lantaran tidak bisa dibuktikan bahwa babi tersebut apakah jadi-jadian atau bukan.
Sebelumnya, cerita menggelikan tentang rumor adanya makhluk jadi-jadian bernama ‘babi ngepet’ pernah menghantui empat kompleks perumahan di Jombang dengan beberapa pencurian, akhirnya terungkap.
Ternyata, yang mencuri rumah warga Jombang tersebut bukan babi ngepet melainkan orang biasa.
Pelaku pencurian modus pembobolan rumah tersebut bernama Suprapto (38), warga Desa Joketro, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jatim. Saat dirilis Polres Jombang, Suprapto mengaku tidak bisa berubah jadi babi ngepet.
Baca juga: Pembakar Dua Sepeda Motor Diringkus
“Tidak. Tidak punya kesaktian. Saya petani, cuma pencuri biasa,” kata Suprapto saat dipamerkan dalam konferensi pers di Polres Jombang, Januari lalu.
Muncul rumor pencuri di sedikitnya sembilan rumah di Jombang dilakukan babi ngepet karena dalam menjalankan tindak pencuriannya, Suprapto sangat rapi.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setyo Budi, mengungkapkan Suprapto membobol rumah tanpa merusak kunci. Caranya, pelaku mengincar rumah berlantai dua atau lebih.
Jika sudah ketemu, dia akan memanjat tembok di dekatnya, lalu melata di atas genting dari rumah satu ke rumah lainnya.
“Dari situlah dia masuk, kemudian menguras uang dan barang berharga lainnya. Bagaimana mau merusak pintu kalau memang rumah tidak terkunci. Rumah lantai dua biasanya jarang dikunci karena dianggap sudah aman,” kata Gatot.
Menurut Gatot, pernah juga, pelaku tepergok warga saat beraksi. Saat itulah Suprapto secara refleks berjongkok. Itu dilakukan untuk bersembunyi sekaligus menakuti warga. Saat itu pelaku tidak memakai baju dan celana. Suprapto hanya mengenakan celana dalam.
“Dari situlah kemudian warga menyimpulkan pelaku makhluk jadi-jadian. Padahal, saat jongkok itu, pelaku mengaku sebenarnya dia juga takut,” kata Gatot. (Wiek/lna)

Leave a Reply