Di Kafe Ini, Jamu Tak Pahit Lagi

PMK
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, SUKOHARJO – Kalau depot jamu banyak orang memang sudah mengenalnya. Namun tempat yang baru diresmikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani  di Pasar Jamu Nguter, Sukoharjo belum lama ini adalah kafe jamu.

Kafe jamu menyediakan 11 varian rasa jamu serbakekinian yang memikat kaum milenial atau kalangan anak muda.

“Ada 11 varian rasa yang mengombinasikan jamu tradisional dengan susu, soda, gula merah, atau buah-buahan. Bisa pesan minuman jamu dicampur es atau hangat,” kata seorang pengelola kafe jamu, Bian Arif, saat berbincang dengan Solopos.com, belum lama ini.

Kafe jamu yang menyediakan beragam varian rasa itu bertujuan menghapus anggapan masyarakat bahwa rasa jamu itu pahit dan hanya diminum kalangan orang tua. Para pengunjung bisa memesan menu jamu kekinian seperti tropica curcuma, cendol beken, kuali buaya atau turmeric latte.

Para pengunjung bisa menikmati segarnya rasa jamu kekinian yang dicampur dengan es saat siang hari.

Baca juga: Sukoharjo Dijadikan Destinasi Wisata Jamu Tradisional

“Jamu tidak pahit justru manis dan segar karena dicampur dengan susu atau gula merah. Bagi penyuka lidah buaya bisa mencicipi kuali buaya. Rasanya segar, tidak pahit,” ujar dia.

Selama ini, generasi milenial cenderung tak menyukai jamu tradisional. Karena itu, generasi milenial didorong untuk mencintai produk unggulan Sukoharjo dengan meminum jamu kekinian. Setelah diresmikan, tak sedikit anak muda yang penasaran ingin mencicipi jamu kekinian di kafe jamu.

Kafe jamu dibuka mulai pukul 10.00 WIB-16.00 WIB. Namun, rencananya waktu operasional diperpanjang hingga malam hari.

“Anak muda identik dengan kegiatan menongkrong pada malam hari. Kami berencana membuka kafe jamu pada malam hari. Mereka bisa nongkrong sembari meminum jamu,” tutur dia.

Sementara itu, seorang pengunjung kafe jamu, Andi Setyawan, warga Desa Juron, Kecamatan Nguter, mengaku penasaran ingin mencicipi minuman jamu kekinian di kafe jamu. Dia membeli jamu cendol beken yang dibanderol Rp10.000 per gelas. Rasa jamu tak terlalu pahit lantaran dicampur gula merah dan cendol dawet. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*