Deden Juhara Jabat Komisaris Independen PLN Gantikan Oegroseno

JoSS, JAKARTA – Mantan Asisten Operasi Kapolri Irjen Pol. (Purn) Deden Juhara diangkat sebagai Komisaris Independen PT PLN menggantikan Komjen Pol. (Purn) Oegroseno yang diberhentikan dari jabatannya.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga memutuskan untuk mengangkat Direktur Jenderal Kelistrikan yang baru Rida Mulyana sebagai Komisaris menggantikan Andy Noorsaman Sommeng sebagai Komisaris.

Pemberhentian itu didasarkan pada surat keputusan Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN yang dilakukan pada 28 Februari 2019.

Oegroseno merupakan mantan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) saat ini tercatat sebagai Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) bidang pencegahan korupsi yang diangkat oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Oegroseno menjabat sebagai Komisaris Independen di PLN sejak Oktober 2014.

Oegroseno yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1985 itu pernah menjabat sebagai Kapolda Maluku dan menjalani masa purnabakti pada 22 Januari 2019.

Dengan demikian, jabatan komisaris PLN saat ini diemban oleh Ilya Avianti (Komisaris merangkap Plt. Komisaris Utama), Deden Juhara (Komisaris Independen), Darmono (Komisaris Independen), Rida Mulyana (Komisaris), Budiman (Komisaris), Aloysius Kiik Ro (Komisaris), Rionald Silaban (Komisaris), dan Darmawan Prasodjo (Komisaris).

Baca juga: Jaga Pasokan Listrik PLN Operasionalkan ULTG Bali Selatan

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno menekankan perseroan pelat merah yang berada di bawah Kementerian BUMN ditargetkan mampu mencetak laba Rp200 triliun pada tahun ini atau tumbuh 6,38 persen dari prognosis realisasi 2018.

Dia menambahkan keuntungan atau laba yang dikantongi seluruh perseroan pelat merah mencapai Rp155 triliun pada 2015. Jumlah itu menurutnya terus naik menjadi sekitar Rp188 triliun menurut prognosis laporan keuangan 2018 yang belum diaudit.

“Tahun ini kami targetkan Rp200 triliun,” ujarnya, belum lama ini.

Berdasarkan data prognosis kinerja keuangan yang dikutip dari Kementerian BUMN sebelumnya, total pendapatan yang dikantongi perseroan pelat merah mencapai Rp2.339 triliun pada 2018. Realisasi itu naik 10,45 persen dari Rp2.027 triliun tahun sebelumnya.

Pendapatan yang dikantongi oleh BUMN terus mengalami pertumbuhan dari periode 2015—2018. Jumlah yang dikantongi tiap periode yakni Rp1.699 triliun pada 2015, Rp1.710 triliun pada 2016, Rp2.027 triliun pada 2017, dan Rp2.339 triliun pada 2018.

Dari sisi laba bersih, nilai yang dikantongi, menurut prognosis Kementerian BUMN, senilai Rp188 triliun pada 2018. Pencapaian itu tumbuh tipis 1,07 persen dari Rp186 triliun pada 2017.

Dalam empat tahun terakhir, laba perseroan pelat merah tercatat terus mengalami kenaikan selama rentang 2015-2018. Pencapaian tumbuh dari Rp150 triliun pada 2015, Rp176 triliun pada 2016, Rp186 triliun pada 2017, dan Rp188 triliun pada 2018. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*