Daftar Via Online, Pasien RSUD Sragen Tak Perlu Antre Lagi

RSUD Sragen
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, SRAGEN – Kabar gembira bagi masyarakat Sragen dan sekitarnya, kini tak perlu antre lagi saat akan melakukan perawatan maupun pemeriksaan kesehatan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Pasalnya rumah sakit tersebut meningkatkan layanan kesehatan melalui aplikasi pendaftaran online.

Pendaftaran pasien khususnya untuk rawat jalan tersebut tidak lagi dilakukan secara manual dengan datang langsung dan mengantre tetapi bisa mendaftar lewat aplikasi online Smart IT (Daftar Online RSSP) yang bisa diundur di Google Playstore ponsel pintar berbasis Android.

Aplikasi pendaftaran pasien online tersebut sebenarnya sudah dibuat sejak 2017 tetapi baru bisa berjalan efektif per Juli 2018 lalu. Hingga Maret 2019, manajemen Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen terus menggencarkan sosialisasi penggunakan aplikasi tersebut.

Direktur RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Didik Haryanto, bersama jajaran direksi lainnya dan pejabat struktural serta fungsional RSUD memanfaatkan arena car free day (CFD) Sragen untuk sosialisasi aplikasi pendaftaran online tersebut, belum lama ini.

Sosialisasi dikemas dalam bentuk bakti sosial konsultasi kesehatan gratis, pemeriksaan tensi, dan sekaligus sosialisasi adanya fasilitas alat kesehatan baru di RSUD milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, Minggu (3/3).

Meski demikian, pendaftaran pasien secara online tersebut masih terbatas bagi pasien yang memiliki nomor rekam medis di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.

Kasubag Teknologi Informasi (TI) RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Setiana mengatakan jika pasien punya nomor rekam medis tinggal memasukkan dalam kolom yang tersedia maka secara otomatis database pasien sudah muncul secara otomatis. Nomor rekam medis itu terdiri minimal lima digit.

Baca juga: Dokter Online Layani 1.000 Konsultasi/bulan

“Untuk pendaftarannya bisa dilakukan dua hari sebelumnya atau satu hari sebelumnya. Jadi tidak harus datang pada pukul 05.00 WIB hanya untuk ambil nomor pendaftaran manual di RSUD. Setelah mendaftar online, pasien akan mendapat nomor antrean sesuai hari dan jam yang dipilih,” jelasnya.

Dari hasil evaluasi tim IT RSUD, kata Setiana, adanya aplikasi pendaftaran online itu mampu mengurangi antrean pasien rawat jalan di RSUD Sragen belum signifikan, yakni 10%-15%. Udayanti menjelaskan jumlah pasien rawat jalan di RSUD Sragen rata-rata mencapai 400.000 orang bulan.

“Kami terus sosialisasi. Rencana kami sosialisasi dengan menggandeng puskesmas agar bisa dimanfaatkan dengan baik. Pendaftaran itu mudah karena bisa dilakukan menggunakan ponsel,” ujarnya, seperti dikutip dari Solopos.com.

Dia mengatakan aplikasi pendaftaran pasien online itu menjadi terobosan RSUD untuk meningkatkan pelayanan pasien agar tidak terjadi antrean panjang di RSUD.

Selain itu, RSUD juga meningkatkan pelayanan berupa menambah perlengkapan alat kesehatan berupa mammography atau alat pendeteksi kanker payudara dan transcranial doppler atau alat pendeteksi stroke. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*