Bupati Karanganyar Minta Perlintasan KA di Bawah Flyover Palur Tidak Ditutup

Flyover Palur
Flyover Palur | Foto: google

JoSS, KARANGANYAR – Bupati Karanganyar Juliyatmono meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak menutup perlintasan sebidang di bawah jembatan flyover Palur karena itu menjadi satu-satunya akses warga.

Seperti diketahui, PT KAI akan menutup perlintasan kereta api di bawah flyover Palur karena pengoperasian jalur ganda kereta api. PT KAI akan memasang wessel di perlintasan KA 108 Palur atau di bawah flyover Palur.

Untuk itu, Bupati Yuli meminta ada pembahasan dengan sejumlah pihak terkait untuk mencari solusi dengan berbagai pendekatan yang memungkinkan bisa dilakukan, sehingga jalur tersebut tidak ditutup.

“Saya tidak setuju [perlintasan kereta api di bawah flyover Palur ditutup. Karena itu akan menjadi masalah. Boleh melalui pendekatan undang undang. Tetapi secara sosiologis kelancaran lalu lintas itu pintu saya [Kabupaten Karanganyar] hanya dari situ. Oleh karena secara teknis perlu didiskusikan untuk mencari pendekatan yang memungkinkan agar tidak ditutup,” kata Yuli, seperti yang dilansir dari solopos.com, Jumat (29/3).

Sementara itu Manager Humas PT KAI Daops VI/Yogyakarta, Eko Budiyanto menyatakan bahwa PT KAI akan memasang wessel di perlintasan KA 108 Palur atau di bawah flyover Palur. Hal itu dilakukan untuk pengoperasian jalur ganda kereta api.

Baca juga: Pembangunan Pintu Air Demangan Jebres Solo Dimulai

Menurut dia, ada sejumlah perlintasan yang akan ditutup termasuk di bawah jembatan palur. Eko menyampaikan PT KAI memiliki sejumlah prioritas perlintasan yang akan ditutup.

Beberapa di antaranya yang sudah ada flyover atau underpass, perlintasan yang jarak antara perlintasan satu dengan lain terlalu dekat atau kurang dari 800 meter, dan perlintasan liar.

Hal itu mengacu Undang undang (UU) RI No.23 tahun 2017tentang Perkeretaapian. Namun, Yuli memiliki pandangan lain.

Politikus Partai Golkar itu melihat sisi sosial dan ekonomi warga sekitar mau pun pengguna jalan yang mengakses jalan di bawah flyover Palur.

“Itu harus diperhatikan serius. Saya kira tidak ada yang tidak bisa dibicarakan. Teknologi itu kan bisa dicarikan alternatif solusi. Kalau khawatir [persinyalan rusak] ya cari teknologi super canggih yang tidak terganggu lalu lintas. Betapa situasi amat tidak nyaman kalau itu [perlintasan kereta api di bawah fly over Palur] ditutup,” ujarnya. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*