Bidik Pelajar Startup Ojek Ku Segera Diluncurkan 

JoSS, KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), segera merilis startup Ojek Ku (Kulonprogo).

Strartup seperti ini akan menyasar pelajar sebagai pangsa pasar terbesarnya.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan rencana dinilai penting sebagai upaya pemerintah mendorong warganya untuk berkendara secara baik demi keselamatan semua pemakai jalan raya.

“Sudah dilakukan survey. Mudah-mudahan kita bisa bikin startup Ojek Ku (Kulon Progo),” katanya dalam acara Milennial Road Safety Festival yang berlangsung di Alun-alun Kota Wates, Minggu (3/3).

Tidak hanya Kulon Progo, lanjutnya festival yang berlangsung secara nasional juga digelar pada berbagai kota di Indonesia. Di Kulon Progo, festival berlangsung di alun-alun Wates.

Dia menambahkan, pelajar pengguna transportasi online dan mereka yang berkendara sendiri merupakan pangsa pasar startup nanti.

Selama ini, mereka sudah banyak memanfaatkan transportasi online maupun bus pelajar.

Hanya saja, lebih banyak lagi pelajar yang menggunakan kendaraan sendiri meskipun mereka tidak memenuhi persyaratan cukup, termasuk tidak memiliki SIM.

“Jumlah pelajar ini ribuan. SMP dman SMA sudah naik motor meski legal formil belum memenuhi. Padahal belum punya SIM. Kapasitasnya dipertanyakan. Inilah yang kemudian kita berpikir inovasi apa yang mesti dilakukan,” kata Hasto, seperti dikutip dari Kompas.com.

Menurutnya, startup diyakini bisa jadi salah satu dari banyak jalan keluar untuk mengurangi kalangan pelajar memanfaatkan dan membiasakan diri menggunakan kendaraan.

Dia menuturkan pelajar jadi bisa lebih memilih antar dan jemput ke sekolah dengan biaya murah dan aman. Risiko kecelakaan di kalangan usia pelajar juga bisa ditekan.

“Risiko tinggi banyak di kalangan milenial. Biasanya mereka ini pemula (berkendara). Mereka sedang enjoy dengan kendaraan dan berakibat kecelakaan,” kata Hasto.

Baca juga: Gojek Bangun 400 Unit Rumah Cicilan Murah Untuk Mitra

Hasto menjelaskan pemerintah masih berupaya menghadirkan startup ini.

Hal itu terkait soal mempertimbangkan beban keluarga yang memanfaatkan ojek online ini nanti dan perlu tidaknya pemerintah ikut memberi subsidi.

Festival merupakan upaya untuk mengampanyekan keselamatan berkendara demi menjamin keselamatan baik pada diri pengemudi maupun orang lain.

Kampanye keselamatan berkendara ini memang menyasar generasi milenial, utamanya para pelajar. Pemkab berniat menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan di kalangan pelajar.

Kepala Kepolisian Resor Kulon Progo Ajun Komisaris Besar Anggara Nasution mengungkapkan terjadi sekitar 7800 pelanggaran lalu lintas dan sekitar 400 di antaranya merupakan kecelakaan lalu lintas di 2018.

Puluhan anak usia pelajar tewas di jalan raya dalam kecelakaan itu.

“Angka pelanggaran lalu-lintas dan angka kecelakaan didominasi oleh generasi millenial sekitar 64 persen. Kami berharap melalui kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran mereka [generasi millenial] ketika berkendara,” kata Anggara.(Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*