23 Sumur Bor Diharap Mampu Penuhi Suplay Air Bersih Wonogiri

JoSS, WONOGIRI – Sebanyak 23 sumur bor telah dibangun Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Kabupaten Wonogiri. Terbaru, ada tiga sumur bor yang dibangun di tiga lokasi, yaitu Desa Sendang, Desa Giritontro, dan Desa Glinggang.

Tenaga Ahli Menteri ESDM, Averrouz Mostavan mengatakan, bahwa 23 sumur bor yang telah dibangun di Kabupaten Wonogiri itu diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi 58.867 jiwa penduduk, di wilayah itu.

DIa menambahkan dengan tambahan sumur bor tersebut, total kapasitas produksi air bersih di wilayah itu hingga 2018 mencapai 1,28 meter kubik per tahun, sehingga dinilai mampu memenuhi kebutuhan masysrakat.

“Total kapasitas produksi air bersih di Kabupaten Wonogiri sampai dengan tahun 2018 mencapai 1,28 juta meter kubik per tahun,” kata Averrouz, seperti yang dilansir dari solopos.com, Minggu (31/3).

Baca juga: Setiap Hari 30 Persen Pasokan Air PDAM Sragen Bocor

Untuk seluruh wilayah Indonesia, kata Averrouz, pada 2018, Kementerian ESDM telah membangun 506 unit sumur bor di seluruh wilayah Indonesia. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan target sumur bor pada tahun 2017.

Pada 2019, Kementerian ESDM menargetkan jumlah unit sumur bor yang akan dibangun menjadi 650 unit.

“Program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah ini dinilai efektif dan berhasil membantu mengatasi persoalan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di daerah sulit air. Pemerintah terus berupaya meningkatkan anggaran untuk program ini, agar dapat dibangun lebih banyak sumur bor di seluruh wilayah Indonesia yang masih kesulitan air bersih,” imbuhnya.

Averrouz menjelaskan, program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah dalam di Kementerian ESDM sudah dimulai sejak awal tahun 2000-an.

Sejak 2005-2018 terhitung ada 2.288 unit sumur bor dibangun dengan kapasitas debit air bersih mencapai sekitar 144,4 juta meter kubik pertahun.

Air bersih itu dipakai untuk melayani kurang lebih 6,6 juta jiwa masyarakat daerah sulit air bersih yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Sementara Kepala Desa Sendang, Wonogiri, Sukamto mengatakan, proses distribusi air bersih dari sumur bor akan dilakukan tahun ini dengan anggaran Rp50 juta dari Dana Desa. Distribusi air akan dihitung menggunakan meteran layaknya PDAM. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*