JoSS, SEMARANG – Pengembangan mobil hemat energi dengan nama Pandawa Urate-V oleh Mahasiswa Fakultas Teknik Unversitas Negeri Semarang (Unnes) terus disempurnakan agar bisa diikutsertakan pada Shell Eco Marathon 2019 di Sepang, Malaysia.
General Manager Tim Pandawa Fajar Satrio Aji mengatakan bahwa pengembangan purwarupa mobil Pandawa Urate-V ini untuk meminimalkan penggunaan bahan bakar fosil serta turut serta mendukung program pemerintah dalam mengembangkan inovasi teknologi otomotif.
“Mobil Pandawa Urate-V pertama kali dikembangkan untuk mengikuti Kontes Mobil Hemat Energi 2017 dan SEM-Asia 2018. Saat ini sudah menjadi Urate-V Evo I untuk mengikuti SEM-Asia 2019,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (23/2).
Selain itu, pengembangan mobil hemat energi ini juga selaras dengan julukan Unnes sebagai kampus konservasi.
Ia menyebutkan Pandawa Urate-V Evo I merupakan mobil “urban gasoline” yang memiliki efisiensi penggunaan bahan bakar 133 kilometer per liter, sedangkan targetnya yang sedang dalam tahap riset adalah 425 km/liter.
“Saat pertama kali mengikuti SEM-Asia 2018, Urate-V memiliki efisiensi 119km/liter,” ujarnya.
Tidak hanya Pandawa Urate-V saja, ada dua jenis mobil lain yang juga dikembangkan Tim Pandawa dari Unnes yaitu Pandawa G-Pro yang merupakan “prototype” gasoline dan Pandawa EV mobil “prototype” elektronik.
Baca juga: Batang Bangun Pemecah Ombak Berteknologi Geotube Senilai Rp9,2 Miliar
Kedua mobil tersebut juga pernah diikutsertakan dalam beberapa kontes mobil hemat energi.
Desain Pandawa Urate-V, kata dia dibuat agar lebih aerodinamis dan bodi mobil berbahan karbon fiber yang lebih ringan dari bahan lainnya dan konsep Urate-V sudah mencakup komponen kelistrikan yang terpasang pada mobil di pasaran.
Untuk purwarupa mobil listrik, Fajar mengatakan jika Pandawa EV telah siap produksi dan ada kemungkinan untuk diproduksi secara massal.
Tim yang mendapat penghargaan Best Team di WEM Jepang ini tiap tahunnya selalu meningkatkan performa Pandawa EV, dari jarak tempuh yang hanya 122km/kwh saat diikutsertakan di SEM 2017 meningkat menjadi 238km/kwh di KMHE pada tahun yang sama.
Menurut dia, ada beberapa indikator dalam pengembangan mobil hemat energi Pandawa, yaitu peluang dalam mendapatkan prestasi dan sejauh mana perkembangan kendaraan.
Kemudian, finansial dan mengikuti arahan pembimbing kategori mana yang sebaiknya dikembangkan. (lna)

Leave a Reply