JoSS, SEMARANG – Kepolisian Sektor Semarang Utara tengah mendalami standar operasional prosedur (SOP) di kolam renang yang harus dipenuhi guru dan pembimbing, menyusul insiden meninggalnya tiga siswi kelas IX SMP N 25 Semarang saat ujian praktik renang berlangsung.
Kapolsek Semarang Utara Kompol I Made Sapru mengatakan pihaknya mendapatkan laopran dan segera menindaklanjuti kejadian tersebut. “Didalami SOP di kolam renang, berapa kapasistas maksimal pengunjungnya, apakah jumlah siswa sebanding dengan jumlah guru pendamping,” ujarnya, seperti dikutip dari Detik.com, Sabtu (16/2) malam.
Sapru menjelaskan, ketiga korban tak terawasi oleh guru pengawas. Saat itu ada 148 siswa yang mengikuti ujian.
Dari informasi yang diperoleh, korban bernama Jibran (15) warga Kuningan, Mutia (15) warga Bandarharjo, dan Tasa (16) warga Banowati, Bulu Lor, Kota Semarang. “Saat tiga korban berada di kolam kedalaman 2,75 meter tidak terpantau,” tutur Sapru.
Baca juga: Mati Suri Sering Dikaitkan Mistis, Begini Penjelasan Medisnya
Sapru melanjutkan, polisi juga akan meminta keterangan dari pihak sekolah. Termasuk dua guru pengawas yang ada di lokasi kejadian.
“Pihak sekolah belum (diperiksa), tadi ada dua guru pengawas. Pemeriksaan bergantian, (pihak sekolah belum diperiksa karena) masih antre,” imbuhnya. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian dalam peristiwa ini.
“Kita masih dalam lidik data awal saksi yang melihat jumlah korban tiga. Kronologi, ini belum kesimpulan,” lanjutnya.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di kolam renang Paradise Club Jalan Utari I, komplek perum Indrapsata, Semarang Utara. Kapolsek Semarang Utara Kompol I Made Sapru mengatakan saat kejadian ada 148 siswa peserta ujian. Namun dalam kegiatan itu hanya ada 2 pengawas dan para korban tidak terpantau saat terpisah dari rombongan.
“Hanya ada dua guru pengawas yang mendampingi. Saat tiga korban berada di kolam kedalaman 2,75 meter tidak terpantau,” kata Sapru.
Ketika ada pengunjung kolam renang serta teman korban mengetahui kondisi korban tak bernyawa di kolam, evakuasi segera dilakukan. Jenazah langsung dibawa ke RS Wira Bakti Tamtama (RST) dan kemudian dimakamkan keluarga. (lna)

Leave a Reply