
JoSS, SUKOHARJO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo segera mengevaluasi tarif tiket masuk objek wisata Batu Seribu yang ada diwilayah itu. Hal itu menyusul renovasi yang telah dilakukan, sementara tarif tiket sudah tidak relevan diterapkan.
Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Siti Laela mengatakan tarifnya terlalu murah, padahal objek wisata ini membutuhkan biaya operasional yang besar, apalagi belum lama ini telah dilakukan pembenahan dan renovasi dengan biaya yang cukup tinggi.
“Batu Seribu sudah kami renovasi, biaya perawatannya pun tidak sedikit. Bila tidak dirawat dengan baik dikhawatirkan akan rusak seperti sebelumnya,” katanya.
Saat ini beberapa fasilitas baru ada di Batu Seribu di antaranya panggung, Gazebo, food court yang akan diisi oleh warga sekitar. Tiga kolam yang telah direnovasi saat ini dalam kondisi yang baik. Masyarakat bisa menghabiskan waktu bersama keluarga.
Namun demikian terkait dengan harga tiket masuk objek wisata Batu Seribu, dia memastikan tidak bisa dikerjakan dalam waktu dekat. Mengingat dibutuhkan proses yang panjang, yakni merevisi Perda tentang Retribusi Daerah.
Baca juga: Jembatan Kaca di Solo Mirip Jembatan Perdamaian Di Georgia
Sejak dibuka untuk umum pada Minggu (10/2), objek wisata Batu Seribu dibanjiri pengunjung. Mereka tak hanya berasal dari Kabupaten Sukoharjo, namun pengunjung dari berbagai daerah lain di Solo Raya. Di tahun ini, Pemkab menargetkan pengunjung Batu Seribu menembus hingga 36.000 orang.
Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo ancang-ancang menaikkan tiket masuk objek wisata alam Batu Seribu di Bulu. Evaluasi tiket dilakukan karena harga tiket tak mengalami kenaikan sejak 2011 lalu, selain itu pengelolaan objek wisata alam tersebut membutuhkan biaya operasional yang cukup tinggi.
Berdasarkan data saat ini harga tiket masuk ke objek wisata Batu Seribu Rp 2000 per pengunjung. Harga tiket tersebut merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 tahun 2011 terkait Retribusi Daerah.
“Tiketnya masih Rp2.000 per orang, dan ini masih sangat murah dibandingkan dengan objek wisata di daerah lainnya,” kata dia, belum lama ini seperti dikutip dari Solopos.com.
Dengan kondisi ini, pihaknya menilai tiket masuk objek wisata Batu Seribu perlu dievaluasi kembali. Apalagi saat ini Pemkab telah merenovasi objek wisata tersebut. Renovasi objek wisata alam Batu Seribu dikerjakan Pemkab pada 2018 lalu. Selama pengerjaan objek wisata tersebut ditutup untuk umum. Perbaikan sarana wisata Batu Seribu dimulai awal Oktober lalu untuk membenahi sarana objek wisata mulai jalan area wisata, kolam renang, dan pintu masuk lokasi.
Di laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Sukoharjo, pemenang proyek rehabilitasi penataan lokasi Objek Wisata Batu Seribu, Bulu adalah CV Puspa Jaya, Loireng RT 003/004, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jateng. Harga penawaran senilai Rp2.143.853.000 dengan pagu senilai Rp2,349 miliar. (Wiek/lna)

Leave a Reply