Rumah Sakit Tipe D Segera Dibangun di Mijen

Rumah Sakit tipe D
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, SEMARANG – Pemkot Semarang akan mulai pembangunan Rumah Sakit tipe D di Mijen. Pembangunannya dianggarkan dari APBD 2019 sebesar Rp40 miliar.

Menurut Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang M Irwansyah, saat ini tahap masih persiapan proses lelang Februari ini. Diharapkan pada akhir tahun nanti, sudah rampung pembangunannya.

“Pembangunan rumah sakit tipe D Mijen ini berlangsung dua tahap. Untuk tahun ini adalah tahap pertama,” terangnya kepada JoSS.co.id di Semarang, Jumat (1/2).

Dijelaskan, pembangunan tahap pertama yaitu dengan memanfaatkan Puskesmas Mijen dan kemudian gedung direnovasi menjadi rumah sakit. Tahap pertama dibangun ruang UGD, dan ruang rawat inap.

Pembangunan akan dimulai dengan membongkar Puskesmas Mijen menjadi sebuah rumah sakit. Pembangunan rumah sakit ini untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga di wilayah Kecamatan Mijen dan sekitarnya.

“Tahap awal Pemkot akan memugar puskesmas menjadi sebuah rumah sakit, sehingga warga di Kecamatan Mijen tidak usah jauh-jauh berobat ke tengah kota,” ujarnya.

Baca juga: Sukses di Solo, The Park Mall dan Hotel Dibangun di Semarang

Sebelumnya, Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pembangunan rumah sakit tipe D di Mijen untuk melayani masyarakat peserta BPJS Kesehatan. Pembangunan rumah sakit tipe D ini sejalan dengan kebijakan pembatasan penggunaan BPJS Kesehatan hanya untuk rumah sakit tipe C dan D.

Dikatakan Hendi, kebijakan tersebut dirasa memberatkan rumah sakit tipe A dan B. Sebab, beberapa rumah sakit tipe A dan B banyak yang kehilangan pasien akibat aturan yang sudah ditetapkan.

Terkait dengan pembangunan, mulai 28 Februari 2019 Puskesmas Mijen akan ditutup sementara. Sosialisasi penutupan puskesmas dilakukan dengan menempel poster di papan informasi, serta group Whatshapp Kecamatan Mijen.

Dia menghimbau kepada masyarakat agar tidak resah jika Puskesmas akan di pindah, Puskesmas Mijen akan tetap berjalan memberikan pelayanan, namun untuk pelayanan rawat inap sudah tidak ada.

“Jadi nanti setelah di pindah semua fasilitas Peskesmas akan dibawa. Hampir semua pelayanan akan tetap berjalan, akan tetapi untuk rawat inap sudah tidak. Sehingga kami hanya memberi pelayanan bagi masyarakat, karena untuk rawat inap sudah ada penggantinya di rumah sakit baru,” imbuhnya. (gus/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*