Pontianak ‘Bersolek’ Jelang Perayaan Cap Go Meh

JoSS, PONTIANAK – Kota Pontianak sampai hari ini masih terus ‘bersolek’ mempersiapkan perayaan Cap go Meh (CGM) yang akan berlangsung Selasa (19/2) mendatang.

Ketua Panitia Perayaan CGM Kota Pontianak tahun 2019, Dji Sen, menuturkan hingga saat ini persiapan untuk Perayaan CGM di Kota Pontianak sudah mencapai sekitar 75 persen.

Ia menjelaskan pihaknya terus melakukan pembenahan dan mempercantik kawasan-kawasan yang akan menjadi pusat Perayaan CGM tahun 2019, seperti memasang lampion di Jalan Gajah Mada, Pahlawan, dan Tanjungpura.

“Selain itu, kami juga memasang banner Gong Xi Fa Cai yang dilengkapi 12 shio dan lampu. Kemudian juga akan memasang pintu gerbang di persimpangan Jalan Gajah Mada dan Tanjungpura sebagai akses keluar masuk pengunjung ke kawasan Festival Kuliner di Jalan Diponegoro,” ujar Dji Sen, dirilis CNNIndonesia.com.

“Bahkan malam harinya juga ada atraksi naga bersinar atau naga yang diberi lampu sehingga tampak semakin cantik.”

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan perayaan CGM adalah kegiatan budaya dari masyarakat Tionghoa yang digelar setiap tahunnya.

Baca juga: Kue Keranjang 1 Ton, Semarakkan Cap Go Meh di Pontianak

Ia berharap, dengan agenda tahunan tersebut bisa menarik wisatawan luar untuk berkunjung ke Kota Pontianak.

“Apalagi Perayaan CGM di Kota Pontianak dikenal dengan atraksi replika naganya, sementara di Kota Singkawang terkenal dengan atraksi tatung (dukun yang kemasukan arwah),” kata Edi.

Diperkirakan sekitar tujuh juta warga negara China akan melakukan perjalanan ke luar negeri usai Imlek.

Imlek tak cuma meriah di Pontianak. Di Bali pun kemeriahan Imlek terasa Nampak. Sebagai salah satu destinasi wisata favorit kelas dunia, Bali jelas menjadi incaran bagi wisatawan dari penjuru dunia termasuk China.

Namun isu yang bergulir di pulau dewata belakangan ini terkesan kurang menyenangkan wisatawan mancanegara.

Mulai dari Zero Dollar Tour di akhir tahun lalu, hingga wacana penerapan biaya kontribusi US$10 untuk wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bali.

Terkait isu biaya kontribusi untuk wisman, Chairman Bali Hotel Association (BHA) Ricky Putra menilai wacana ini asih terlalu prematur untuk dibahas. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*