Penelitian Dosen USM, Rambut Jagung Mampu Turunkan Kolesterol

penelitian dosen USM
Rambut jagung ternyata mampu turunkan kadar kolesterol. | Foto: Joy/joss.co.id

JoSS, SEMARANG – Rambut jagung selama ini dianggap limbah lantaran tak punya manfaat. Banyak dari kita membuang rambut jagung layaknya sampah tak berguna, tidak ada nilai ekonomis maupun kesehatan manusia.

Namun tidak bagi dosen Universitas Semarang (USM) bernama Haslina. Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) USM ini mampu membuktikan jika rambut jagung bukan limbah. Rambut jagung punya kegunaan bagi kehidupan manusia.

Hasil penelitian Haslina, rambut jagung ternyata punya nilai positif. Kandungan dalam rambut jagung memiliki potensi sebagai alternatif pangan fungsional yang bisa mengobati penyakit kolesterol.

“Rambut jagung mengandung senyawa bioaktif dan antioksidan alami yang tinggi,” tutur Haslina lewat siaran tertulis yang diterima JoSS.co.id, Jumat (1/2).

Di penelitiannya, Haslina mengambil sample varietas jagung lokal, yakni varietas bisma, arjuna dan srikandi putih. “Hasil penelitian menunjukkan bahwa rambut jagung segar varietas bisma memiliki kandungan kimia dan fitokimia yang tertinggi dengan kadar lemak dan protein masing- masing sebesar 0,45 persen dan 22,29 persen,“ ungkapnya.

Sebagai media uji coba, Haslina mempraktikan ke tikus jantan. Dan dari hasil ekstrak rambut jagung ini berhasil menurunkan kadar kolesterol total sebesar 33,68 % dan penurunan trigliserida sebesar 35,39 %. Sebuah uji coba yang sudah teruji manfaat dan hasilnya.

Baca juga: Benarkah Daun Pepaya dan Jambu Biji Bisa Naikkan Trombosit?

Haslina berharap penelitiannya mampu mendorong kesadaran masyarakat akan nilai guna dari rambut jagung. Varietas lokal rambut jagung ini bisa dikembangkan sebagai sumber gizi maupun sebagai komponen bioaktif untuk mengkonversi limbah rambut jagung menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

“Seperti dapat dibuat minuman, teh celup, produk kosmetik dan lain- lain” tambahnya.

Penelitian potensi rambut jagung tersebut diangkat Haslina dalam disertasi gelar doktornya. Disertasi dengan judul Potensi Rambut Jagung (corn silk) Sebagai Alternatif Pangan Fungsional AntiHiperkolesterolemia dipaparkan Haslina di ujian terbuka promosi doktor program pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS), Kamis (31/1).

Wakil Rektor I USM Prof Hardani Widiastuti mengapresiasi gelar doktor dekan Haslina. Terlebih hasil penelitiannya dinilai mampu memberi kontribusi langsung pada masyarakat. Tak hanya mampu membuat sehat, penelitian Haslina juga dapat mendorong pemberdayaan masyarakat yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan.

Hardani juga berharap dengan bertambahnya doktor bidang teknologi pertanian ini bisa menambah kualitas SDM di FTP USM sehingga bisa berpeluang untuk membuka program S 2 teknologi pangan.

“Kami bangga atas diraihnya gelar doktor ini sehingga menambah jumlah doktor di USM. Saat ini USM memiliki 30 doktor dan 6 guru besar,” tukas dia. (Joy/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*