
JoSS, SEMARANG – Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip Muladi menilai wawasan kebangsaan mahasiswa Universitas Semarang (USM) masih lemah. Padahal pengetahuan sejarah negara dan Pancasila sangat penting untuk mewujudkan lulusan yang berkualitas.
Kepada mahasiswanya Muladi menekankan beberapa hal wajib dimiliki setiap mahasiswa, di antaranya wawasan kebangsaan, kreatifitas, kemandirian, pengetahuan dan ketrampilan, soft skill dan hard skill, serta memiliki pemikiran out of the box.
Dia menilai, mahasiswa saat ini yang lemah adalah wawasan kebangsaannya. Khususnya lemah soal pengetahuan sejarah negara dan pengetahuan soal Pancasila. Ini terbukti dalam beberapa seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Nilai wawasan kebangsaannya sangat minim. Padahal sekarang ini, wawasan kebangsaan sangatlah penting dan memiliki poin tinggi. Wawasan kebangsaan inilah yang akan kami pacu, untuk jadi nilai plus bagi alumni USM ke depan,” terangnya kepada JoSS.co.id di Semarang, Jumat (1/2).
Selain itu, kemampuan mahasiswa hal public speaking masih lemah. Untuk itu, lanjutnya kemampuan bidang public speaking menjadi salah satu tantangan terbesar mahasiswa dalam mewujudkan lulusan yang berkualitas. Ke depan akan ditingkatkan melalui diskusi dan debat.
“Khususnya dalam hal komunikasi, agar tidak jadi sarjana-sarjana biasa. Kalau hanya jadi sarjana yang pinter, di Pasar Johar banyak,” terangnya kepada JoSS.co.id di Semarang, Jumat (1/2).
Dijelaskan, pendidikan di kampus hanya memberikan tak lebih dari 60 persen pengetahuan bagi mahasiswa. Untuk jadi sarjana unggul, mahasiswa harus meningkatkan soft skill, agar bisa berkerja sama dengan orang lain.
Baca juga: Kementerian PUPR Gandeng Undip Bikin Politeknik PU
Sebagian besar, tambah dia, orang kuliah hanya untuk mencari ilmu saja. Tapi beberapa mahasiswa ada yang bergerak di organisasi, guna mencari pengalaman organisasi, kepelatihan kepemimpinan, serta pengalaman memanajemen organisasi.
“Para aktivis ini merupakan mahasiswa yang memiliki keunggulan. Kami dorong mahasiswa untuk tak hanya kuliah saja, kuliah, pulang, belajar. Tapi kami juga akan memacu pergaulan organisasi dan berkoordinasi dengan banyak orang. Jangan hanya kuliah untuk mencari satu disiplin ilmu saja,” tukasnya.
Secara keilmuan, mahasiswa USM diakuinya tak kalah dengan alumni universitas lain. Karena di USM tak hanya memakai dosen internal saja, tapi juga dari luar.
Selain wawasan kebangsaan, dua hal lain yang juga penting sebagai nilai plus mahasiswa adalah digital literasi dan kemampuan bahasa asing. Kemampuan-kemampuan tersebut akan terus ditingkatkan, dengan harapan alumni USM bisa bersaing di era golbalisasi ini.
Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip Prof Abdullah Kelib SH menambahkan pihaknya akan mendorong para dosen dan pengajar USM untuk memberikan pemahaman tentang wawasan kebangsaan. Karena hal itu menurutnya penting untuk masa depan mahasiswa.
“Wawasan kebangsaan bertujuan menghidupkan kembali semangat kebangsaan, mendorong terwujudnya hidup yang harmonis, menjaga keutuhan bangsa, serta mendorong pencapaian cita-cita tujuan nasional,” katanya. (gus/lna)

Leave a Reply