[widget id="text-5"]

Lakukan Pembenahan Pemkot Kejar Predikat Sakip BB

Pemkot semarang
Pj Sekda Kota Semarang Agus Riyanto | Foto: gus/joss.co.id

JoSS, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang terus melakukan pembenahan di sejumlah bidang untuk menggenjot Sistem Akuntabilitas Kinerja (Sakip) menjadi sekurangnya berpredikat ‘BB’ sebelum menjadi A. Pasalnya, tahun ini predikat Sakib Pemkot Semarang hanya ‘B’.

Menurut Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Agus Riyanto, Sakip merupakan penilaian akuntablitas kinerja dari Kementerian Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) RI. Diakui, predikat ini sama dengan tahun sebelumnya.

“Hanya saja secara nilai mengalami peningkatan, yakni sebelumnya pada tahun 2017 Kota Semarang mendapat nilai 62, pada tahun 2018 mendapat nilai 67,92 naik sekitar ,05 poin,” terangnya kepada JoSS.co.id di Semarang, Minggu (24/2).

Dijelaskan, di tahun ini Pemerintah Kota Semarang terus melakukan pembenahan di berbagai sektor. Baik dari sistem perencanaan, sistem penganggaran, dan sistem pelaporan kerja.

Dengan berbagai pembenahan ini diharapkan predikat Sakip dapat naik menjadi  ‘BB’ atau bahkan mungkin bisa ‘A’. Lebih lanjut Agus juga mengungkapkan, meski belum bisa meningkatkan predikat untuk penilaian Sakip tahun 2018, pihaknya mengapresiasi kinerja dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Semarang.

“Kami juga mengajak semua OPD Lingkungan Pemkot Semarang untuk terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan anggarananggaran untuk selalu berorientasi pada capaian kinerja,” ungkapnya.

Baca juga: Pemkot Semarang Dorong IKM Rambah Pasar Ekspor

Sementara di Kota Semarang sendiri memiliki sistem E-Sakip, yakni aplikasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah secara elektronik (eSAKIP) yang bertujuan untuk memudahkan proses pemantauan dan pengendalian kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang.

“Ini dilakukan dalam rangka meningkatkan akuntabilitas dan kinerja SKPD pada khususnya dan kinerja Pemerintah Kota Semarang pada umumnya,” tukasnya.

Aplikasi atau sistem informasi yang dihasilkan dari aplikasi eSAKIP itu sendiri secara langsung dapat diakses oleh publik.

“Harapannya masyarakat dapat turut serta memantau, menilai dan memberikan masukan kepada Pemerintah Kota Semarang bilamana terdapat SKPD yang kinerjanya kurang maksimal,” ungkapnya.

Adapun aplikasi e-Sakip ini menampilkan informasi secara waktu sebenarnya (real time) meliputi RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Strategis SKPD, Rencana Kinerja Tahunan tingkat SKPD dan Kota, Indikator Kinerja Utama tingkat SKPD dan Kota, Perjanjian Kinerja tingkat SKPD dan Kota, LKjIP (Laporan Kinerja Instansi Pemerintah), Evaluasi Capaian Kinerja tingkat SKPD dan Kota, Hasil Evaluasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. (gus/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]