
JoSS, SEMARANG – Pemkot Semarang terus berusaha mendorong agar Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di kota ini mampu merambah pasar ekspor. Melalui Dinas Perindustrian, Pemkot terus fokus memberikan pembinaan terhadap mereka.
Menurut Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang Nurjanah, pihaknya terus mengembangkan IKM tersebut agar mampu memproduksi produk unggulan secara berkesinambungan. Selain itu juga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja, dan meningkatkan perekonomian.
“Kami juga memfasilitasi industri kecil menengah menangani sertifikasi, kemasan, legalitasnya dan lain sebagainya,” terangnya kepada JoSS.co.id di Semarang, Minggu (27/1).
Dijelaskan, item ekspor yang tertinggi di Semarang adalah tekstil dengan nilai USD 440,5 juta dengan prosentase 36,17%. Sedangkan item ekspor yang kedua ialah kerajinan dengan nilai USD336,4 juta dengan prosentase 27,62%.
Adapun sentra-sentra IKM saat ini di antaranya sentra batik dengan warna alam dan pengolahan kolangkaling di Gunungpati, sentra kuliner bandeng presto Kecamatan Semarang Utara, sentra pembuatan batu bata di Semarang Timur, kulit lumpia di Semarang Tengah, dan sentra logam di Banjir Kanal Timur. Selain itu juga ada sentra tahu tempe di Tandang dan Krobokan serta sentra krupuk di Krobokan juga.
Baca juga: Sukses di Solo, The Park Mall dan Hotel Dibangun di Semarang
Selain melakukan pembinaan di sentra-sentra industri kecil, pihaknya Harapannya bisa menumbuhkan kembang industri yang sesuai ketentuan usaha di Semarang.
Saat ini, lanjut Nurjanah mengungkapkan, bahwa saat ini kendala bagi IKM ialah masalah permodalan dan juga promosi.
“Promosi juga kita fasilitasi walaupun belum mencakup semua karena jumlah IKM di Semarang banyak sekali. Tapi kami juga bekerja sama dengan kementerian dan stakeholder untuk masalah promosi ini,” tukasnya.
Pihaknya akan memfasilitasi aneka produk IKM untuk menampung produknya di Galeri Industri Kreatif di Kota Lama. Nantinya aneka produk mulai kuliner, pakaian, batik, kerajinan khas kota Semarang dipromosikan di Galeri ini.
Untuk IKM yang berada di kawasan industri, Dinas Perindustrian juga melakukan pembinaan di sana dengan mencari solusi bagi pelaku industri yang ada di sana.
“Mungkin ada kesulitan untuk pengiriman barang dan sebagainya, kita hadirkan bea cukai. Lalu bila ada kendala air, kita hadirkan PDAM. Kalo industri itu mempunyai kendala listrik kita hadirkan PLN. Sehingga bisa lancar untuk proses produksi dan ekspornya,” tambahnya. (gus/lna)

Leave a Reply