JoSS, SEMARANG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Semarang masih belum optimal. Hal itu terlihat dari masih banyaknya komplain dari masyarakat, baik terkait layanan maupun soal infrastruktur jalan.
Hendi menuturkan pihaknya masih menemukan adanya komplain terkait beberapa hal. Di antaranya jalan yang masih berlubang, taman yang tidak terurus hingga keluhan mengenai pelayanan ASN dan sebagainya.
“Pimpinan-pimpinan di tingkat OPD ini saya minta tegas saat menilai kinerja anak buahnya. Jangan ada rikuh pakewuh,” terangnya kepada JoSS.co.id usai upacara kenaikan pangkat Senin (25/2) di Semarang.
Dijelaskan, penilaian tegas terhadap bawah akan berimbas pada reward and punishment. Salah satu reward yang diberikan tentu saja adalah Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) yang nilainya bervariasi tergantung golongan masing-masing.
Karenanya, pimpinan OPD harus berani pula menurunkan nilai kinerja saat bawahannya tidak menunjukkan hasil kinerja yang bagus. Sebaliknya, jika memang ada bawahan dengan kinerja bagus, nilainya harus naik agar dapat menerima TPP 100%.
Baca juga: Lakukan Pembenahan Pemkot Kejar Predikat Sakip BB
“Nah itu mestinya pimpinan harus berani, masih ada kayak gitu kasih nilai 80, 70, 60 sehingga TPP-nya akan turun. Nah kalau itu semua dilakukan oleh pimpinan maka inilah bagian daripada reward-punsihment yang kita kelola secara profesional untuk membuat kinerja Pemkot Semarang bagi masyarakat,” ujarnya.
Hendi membeberkan, mutlak nilainya jika seorang ASN berprestasi harus didorong untuk mendapatkan peluang karir, kesejahteraan dan memperoleh intensif. Dengan demikian, penerimaan mereka melalui TPP sebagai bonus kinerja, dapat diterima utuh.
“Ini yang membuat mereka mampu meningkatkan karya-karyanya. Tapi sebaliknya, ASN yang dalam kesehariannya tidak maksimal ya kita akan wujudkan dalam punishment juga,” imbuhnya.
Hendi menambahkan, soal kenaikan pangkat harus didukung oleh tiga hal dari hasil kinerja dan sepak terjang mereka. Mulai dari tidak pernah melakukan kesalahan, kinerja bagus dan integritasnya teruji.
“Kenapa? Karena kalau sampai gagal di dalam integritas, pasti laporan terhadap yang bersangkutan akan masuk banyak sekali. Nah, tiga hal itu kemudian diwujudkan dalam sebuah kenaikan pangkat secara periodik dan kami ucapkan selamat. Mudah-mudahan, kenaikan pangkat, gajinya naik, TPP-nya naik membuat mereka menjadi lebih semangat dalam melayani masyarakat,” pungkas Hendi. (gus/lna)

Leave a Reply