Ketua DPRD Jateng Kaget Souvenir Disneyland Ternyata Dibuat di Boyolali

DPRD Jateng
Ketua DPRD Jawa Tengah beserta rombongan berkunjung ke PT Pearland Indonesia | Foto: ist

JoSS, SEMARANG – Ketua DPRD Jawa Tengah, Rukma Setyabudi, mengaku kaget mengetahui souvenir atau cinderamata khas di tempat hiburan paling terkenal di dunia, Disneyland, ternyata dibuat di Boyolali Jawa Tengah. Rukma juga mengaku bangga dengan kenyataan bahwa ada seribu orang lebih yang bekerja untuk perusahaan pemasok souvenir berbahan porselin dan resin yang ada di Desa Ngadirojo Ampel Boyolali itu.

“Saya kaget sekaligus bangga ternyata kita merupakan salah satu pemasok souvenir Disneyland. Kaget karena memang selama ini kita tidak tahu, dan bangga karena kita semua tahu untuk bisa masuk ke AS prosedur dan pengawasannya ketat sekali. Dan warga ternyata Jawa Tengah mampu melakukannya,” kata Rukma dengan wajah berseri-seri, Senin (18/2).

Dia menuturkan, saat mendengar kabar ada perusahaan kerajinan porselin dan resin yang mampu melakukan ekspor secara tetap ke AS dan Inggris, dan belakangan merambah ke Singapura dan Jepang, Rumka lantas menugaskan stafnya untuk mencari tahu kebenarannya. Hasil penelusuran yang dilakukan, teridentifikasi sebuah perusahaan bernama PT Pearland Indonesia yang statusnya PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri).

Namun untuk melakukan kunjungan ke PT Pearland Indonesia ternyata dibutuhkan proses juga mengingat perusahaan tersebut terikat kontrak yang mengandung beberapa persyaratan. Setelah dilakukan pendekatan, PT Pearland menerima kunjungan Ketua DPRD Jawa Tengah beserta rombongan. “Kami memahami dan menghargai ketatnya proses dan perlunya kehati-hatian. Itu sikap professional yang harus kita hargai,” cetus Ketua DPRD Jawa Tengah.

Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setyabudi (kedua dari kiri), sedang menerima penjelasan dari Manager PT T Pearland Indonesia, Usep | Foto: ist

Ketika peninjauan dilakukan, rombongan terkesan melihat bahwa sebagian besar pekerjaan dilakukan dengan tangan, hand made, sehingga pabrik yang berdiri di areal seluas 1,5 hektar pun penuh dengan pekerja. Pabrik yang terlihat bersih, dengan deretan pekerja yang berjajar rapi, mengedepankan kedisiplinan dan keselamatan kerja dalam menjalankan kegiatannya.

Direktur PT Pearland Indonesia, Bagus Purseno, mengatakan perusahaannya berdiri tahun 1987 dan awalnya membangun pabrik di Tangerang Banten. Semula perusahaan ini mempekerjakan beberapa tenaga kerja asing dari Jepang dan Taiwan untuk mengejar standar yang dituntut oleh buyer. Namun karena berbagai pertimbangan, Pearland merelokasikan pabriknya ke Boyolali pada tahun 2013. “Di sini sekarang seratus persen tenaga kerjanya dari Indonesia. Tidak ada TKA,” ungkap Bagus.

Secara tegas dinyatakan, meski statusnya relokasi perusahaan tetap mengeluarkan investasi sekitar Rp 50 miliar untuk pembangunan kembali pabrik barunya. Yang menggembirakan, kata Bagus, Pemkab Boyolali dan Bupati Boyolali Seno Samudro sangat mendukung kehadiran perusahaannya. “Nyaris tidak ada hambatan untuk proses relokasi yang kami lakukan. Memang perlu waktu, tapi semuanya clear,” tuturnya.

Pekerja bagian finishing tengah memoles kerjainan Disneyland | Foto: ist

Mengenai pasar produknya, Bagus menyatakan 95% lebih untuk ekspor. Karena itu setidaknya setiap bulannya harus mengirim 8 kontainer melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Ada juga sebagian pengiriman yang melalui kargo udara, namun biasanya untuk kasus khusus yang butuh kecepatan tinggi. Dia juga tidak khawatir produknya pecah dalam pengiriman karena setiap produk yang akan dikirim selain harus lolos berbagai uji bahan dan proses, juga dilakukan break drop test.

“Untuk pasar dalam negeri, memang kami hanya melayani kebutuhan cinderamata untuk pertemuan-pertemuan khusus, termasuk pertemuan-pertemuan internasional yang digelar di Indonesia. Juga untuk event-eventkejuaraan khusus kita buatkan pialanya. Tapi maaf kami tak bisa menyebutkan nama lembaganya,” tukas Bagus Purseno. (wid/ADV)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*