Begini Syarat Startup Bisa Disebut Unicorn

unicorn
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, JAKARTA – Startup adalah perusahaan yang baru saja dibangun atau dalam masa rintisan, namun tidak berlaku untuk semua bidang usaha, istilah startup lebih dikategorikan untuk perusahaan bidang teknologi dan informasi yang berkembang di dunia internet.

Dirilis Hitss.com, keberadaan startup di era digital sudah tak dapat lagi dipandang sebelah mata. Pasalnya, berbagai startup telah terbukti berhasil mengimbangi kesuksesan perusahaan-perusahaan besar lain. Bahkan, kini muncul istilah ‘unicorn’ untuk mengukur tingkat kesuksesan sebuah startup.

Istilah ‘unicorn’ ini mengacu kepada startup yang memiliki valuasi senilai 1 miliar dolar Amerika (sekitar 13,1 triliun rupiah) atau lebih. Seperti dilansir Venture Beat, saat ini terdapat 229 startup yang masuk dalam kategori unicorn.

Semua startup ini tersebar di berbagai belahan dunia termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, India, Kanada, Inggris, dan Singapura. Startup–startup ini pun menggeluti bidang yang bervariasi seperti keuangan, pemasaran, pelayanan, ritel, dan bahkan games.

Berdasarkan data penelitian dari CB Insights, startup pertama yang menduduki kategori unicorn adalah Uber. Startup asal Amerika Serikat ini memiliki valuasi senilai 51 miliar dolar Amerika. Posisi kedua diduduki oleh Xiaomi, Tiongkok, senilai 46 miliar dolar Amerika. Lalu, posisi ketiga diduduki oleh Airbnb, Amerika Serikat, senilai 25,5 miliar dolar Amerika.

Baca juga: Asbisindo Dorong Anggotanya Garap Potensi Pengguna Internet

Uber sendiri telah berdiri sejak tahun 2009 silam. Sementara, Xiaomi berdiri tahun 2010 dan Airbnb berdiri tahun 2008. Ketiga startup ini dapat dilihat bahwa sudah beroperasi selama lebih dari lima tahun. Hal ini berarti, untuk bisa menembus kategori unicorn, sebuah startup harus melalui proses yang tidak singkat.

Sesuai dengan perhitungan dari Venture Beat, sebuah startup memang membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum bisa menembus kategori unicorn. Startup rata-rata membutuhkan waktu sekitar enam tahun untuk bisa menembus kategori tersebut.

Sementara itu menurut, Sandiaga Uno, Indonesia berpotensi menghasilkan 50 usaha rintisan berbasis teknologi (start-up) dengan kategori unicorn dalam lima tahun ke depan.

Perusahaan rintisan dengan valuasi aset di atas 1 miliar dolar AS atau setara Rp 14.40 triliun itu dapat dihasilkan dengan catatan, pemerintah menyiapkan bauran kebijakan yang mendukung dan mempermudah perusahaan rintisan untuk terus berkembang.

“Dengan perhatian cukup dari pemerintah, sangat memungkinkan bisa hasilkan 10 unicorn dalam 3 tahun ke depan dari 4 yang sudah ada saat ini dan jadi 50 dalam 5 tahun ke depan,” ungkap Sandiaga saat menjadi pembicara di Indonesia Economic Forum (IEF), di Hotel Shangri-la Jakarta, belum lama ini.  (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*