
JoSS, JAKARTA – PT Aetra Air Jakarta saat ini masih menunggu proses pemenuhan pembiayaan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat. Pembangunan konstruksi proyek dengan proyeksi anggaran sebesar Rp1,2 triliun ini ditargetkan mulai setelah Mei mendatang.
Tahapan financial close menargetkan konstruksi Proyek Sistem Penyediaan Air Minum Semarang Barat dimulai setelah Mei 2019 dan rampung pada 2021.
Direktur Utama PT Aetra Air Jakarta Muhammad Selim mengatakan bahwa sampai saat ini proyek SPAM Semarang Barat masih dalam proses pemenuhan pembiayaan (financial close). Sementara proyek itu sendiri ditargetkan rampung pada 2021.
“Saat ini masih financial close. Nah, selesai financial close itu Mei 2019 sesuai dengan schedule,” katanya seperti dikutip dari Bisnis.com, belum lama ini.
Menurut Selim, ada beberapa tahapan yang biasanya dilakukan setelah penandatanganan kontrak, yakni pemenuhan pembiayaan, persiapan konstruksi, lalu on-stream.
“Setelah financial close baru kami melakukan tahapan untuk persiapan konstruksi dan konstruksinya. Setelah itu, baru pertengahan 2021 mulai on-stream,” tuturnya.
Sebelumnya, konsorsium PT Aetra Air Jakarta dan PT Medco Gas Indonesia ditetapkan sebagai pemenang dalam lelang proyek pembangunan SPAM Semarang Barat.
Adapun, Anggota Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Henry M. Limbong membenarkan bahwa proyek SPAM ini masih pada tahapan pemenuhan pembiayaan.
“Saat ini masih financial close dan proses detail engineering design,” tuturnya.
Baca juga: Hendi: SPAM Semarang Barat Untuk Menekan Penggunaan Air Tanah
Pada Desember 2018, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berkolaborasi meresmikan proyek ini dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
Proyek KPBU ini direncanakan menelan anggaran Rp 1,2 triliun. “Proyek ini akan menggunakan air dari Bendungan Jatibarang untuk menyelesaikan masalah kurangnya penyediaan air baku Kota Semarang,” ujar Sri Mulyani.
SPAM Semarang Barat akan menambah suplai air bersih di ibu kota Jawa Tengah itu. Selama ini, suplai air bersih hanya bersumber dari PAM Kudu, dan kerap kali mengalami kekurangan. Sri Mulyani mengatakan, pembangunan SPAM Semarang Barat diklaim mampu menuntaskan permasalahan krisis air bersih dan penurunan permukaan tanah di Kota Semarang.
SPAM Semarang Barat juga akan mampu memenuhi kebutuhan untuk 31 kelurahan di 3 kecamatan di Semarang. Suplai air minum bahkan sampai 60.000 keluarga. “60.000 keluarga yang belum tersambung dengan jaringan SPAM ada di wilayah Semarang Barat, Tugu, dan Ngaliyan,” tambah dia. (lna)

Leave a Reply