
JoSS, SOLO – Maskapai Nasional Garuda Indonesia memutuskan untuk menunda penerbangan perdana rute Solo-Jeddah hari ini karena terkendala aturan rekam data biometric yang harus dijalani calon jamaah umrah.
General Manager Garuda Indonesia Kantor Cabang Solo Hendrawan mengatakan rencana penerbangan perdana rute Solo-Madinah, yang sedianya dilakukan Rabu (9/1) diundur menjadi pekan depan.
Dia menjelaskan penundaan itu terpaksa dilakukan akibat adanya masalah teknis. Yakni terkait dengan kebijakan rekam biometrik yang diberlakukan pemerintah Arab Saudi untuk penerbitan visa bagi para jemaah haji dan umrah. Apalagi hampir seluruh penumpang yang diangkut adalah jemaah umrah.
“Penerbangan perdana terpaksa kita lakukan penundaan menjadi pekan depan atau Rabu (16/1). Ada masalah teknis pada beberapa jemaah terkait dengan kebijakan rekam biometrik yang diberlakukan oleh pemerintah Arab Saudi untuk penerbitan visa,” ujar Hendrawan, Selasa (8/1).
Hendrawan menyampaikan, pertimbangan lainnya, karena merupakan penerbangan perdana. Jika tetap dilakukan, dan tingkat keterisiannya tidak maksimal, dikhawatirkan akan dievaluasi rutenya. Sehingga pihaknya memilih opsi lain dengan cara penundaan, agar rute tersebut ke depan bisa berjalan konsisten.
Dia menuturkan, adanya penundaan penerbangan umrah perdana Solo-Madinah sejumlah jemaah yang terdampak mendapatkan fasilitas akomodasi melalui rute Jakarta-Jeddah.
Baca juga: Citilink Luncurkan Fasilitas Wifi Dalam Penerbangan
Sementara itu, untuk jemaah umrah lainnya dilakukan penjadwalan ulang oleh biro perjalanan masing-masing.
”Para jemaah yang hingga saat ini sudah memiliki visa akan diakomodasi oleh Garuda Indonesia, yakni melalui rute Jakarta-Jeddah, dari data yang tercatat, ada sekitar 150 jemaah yang akan diberangkatkan melalui Jakarta,” katanya, Selasa (8/1) seperti dikutip dari Detik.com.
Ditemui terpisah, Direktur Dewangga Lil Hajj Wal Umrah Solo sekaligus Ketua Perpuhi, Her Suprabu mengatakan, akibat adanya penundaan penerbangan yang dilakukan Garuda Indonesia itu banyak jemaah yang akan berangkat merasa kecewa.
Pasalnya, sudah banyak jemaah yang sudah berada di Solo sejak beberapa hari lalu.
“Informasi penundaan penerbangan itu juga terkesan mendadak, baru kemarin siang disampaikan. Sehingga kita tidak punya cukup waktu untuk melakukan sosialisasi kepada jemaah yang akan berangkat,” jelasnya lagi.
Suprabu menyampaikan, total jemaah yang akan berangkat umrah menggunakan maskapai Garuda Indonesia melalui rute Solo-Madinah ada sekitar 35 orang. Namun karena ada penundaan itu, akhirnya mereka terpaksa dialihkan menggunakan rute Jakarta-Jeddah. (lna)

Leave a Reply