JoSS, SEMARANG – Tingkat kunjungan wisatawan ke Semarang pada libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 melonjak signifikan seiring dengan penambahan titik objek wisata dan pembenahan pada sejumlah destinasi wisata di wilayah ini.
Destinasi baru misalnya Semarang Bridge Fountain yang turut andil menyumbang jumlah pengunjung di kota lumpia ini. Selain itu destinasi lama seperti Semarang Zoo dan Goa Kreo masih menjadikan magnet bagi wisatawan baik lokal maupun luar daerah untuk berlibur.
Berikut JoSS.co.id merangkum dari sejumlah titik objek wisata saat libur panjang Nataru maupun jelang malam pergantian tahun.
Perayaan pergantian tahun yang digelar di plaza Goa Kreo, dipadati pengunjung. Di sana, warga yang datang disuguhi atraksi dan seni budaya ketoprak serta pentas tari semarang secara massal.
Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang M Irwansyah, mengatakan plaza ini sebagai panggung pentas seni warga setempat, sekaligus menunjang atraksi di destinasi wisata Goa Kreo.
“Ruang-ruang publik seperti ini dibangun untuk mengembangkan bakat seni sehingga terjangkau oleh masyarakat, sekarang tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkannya,” terangnya kepada JoSS.co.id di Semarang, belum lama ini.
Panggung pagelaran seni yang dibangun Pemkot di pinggir dermaga Waduk Jatibarang dipadati penonton yang hendak menghabiskan sisa tahun 2018.
“Apalagi saat ini Semarang telah masuk dalam daftar 4 Kota Destinasi Pariwisata di Indonesia,” tukasnya.
Baca juga: Akhir Tahun Ini, Semarang Punya Bridge Fountain
Di sisi lain, ketua panitia gelar budaya Kelurahan Kandri Sadiin menambahkan gelaran tari dan ketoprak kreasi Sanggar Langun Tri Budaya yang juga ada di Kandri ini menjadi suguhan yang berbeda.
“Kami berupaya menampilkan kreativitas yang dimiliki warga, meski belum seberapa namun kita ingin mengukuhkan budaya sendiri,” ujarnya.
Selain gelar budaya, untuk menggantikan pelepasan lampion, panitia membuat 1000 lentera sebagai selfie spot para pengunjung, serta di akhir acara akan dibagikan sego kethek, makanan khas Desa Talun Kacang dan kembang api.
Sementara itu, kehadiran Semarang Bridge Fountain (SBF)dengan atraksi jembatan air mancur pertama di Indonesia itu pun sukses menjadi magnet wisatawan untuk melewati malam tahun baru di Kota Semarang.
Hal ini setidaknya terlihat dalam sistem sejumlah data beberapa travel agent online yang menunjukkan ludes terjualnya kamar pada hampir semua hotel di Kota Semarang.
Bahkan dengan kondisi hujan yang terus turun saat diresmikan, ribuan masyarakat terlihat tetap bertahan memadati area sekitar SBF, Senin (31/12) lalu.
Walikota Hendrar Prihadi, mengatakan jadwal reguler atraksi Semarang Bridge Fountain yang akan secara rutin dipertontonkan, yaitu dua hari setiap minggunya pada Jumat serta Sabtu di jam 19.30 dan 21.00.
“Setiap pertunjukkannya, Semarang Bridge Fountain akan dinyalakan dengan durasi 30 menit. Adapun kebijakan penetapan jadwal tersebut didasari atas pertimbangan ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” katanya, Rabu (2/1).
Selain itu, pada libur tahun baru, sejumlah objek wisata juga mengalami kenaikan pengunjung yang cukup signifikan. Salah satu yang dicontohkannya adalah objek wisata kebun binatang milik Pemerintah Kota Semarang yakni Semarang Zoo.
“Data Taman Satwa menunjukkan ada kenaikan pengujung hingga 6 kali lipat pada periode 23 Desember 2018 sampai 1 Januari 2019,” jelas Hendi.
Kenaikkan pengunjung, juga terjadi di Hutan Wisata Tinjomoyo yang mencapai 4 kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Direktur Taman Satwa Kota Semarang Samsul Bahri Siregar menjelaskan jika pada masa liburan akhir tahun tercatat ada 66.913 wisatawan yang mengunjungi Semarang Zoo. Dari puluhan ribu wisatawan tersebut, pihaknya mampu mendapatkan pemasukan hampir Rp1,2 milyar.
“Tertinggi pada tanggal 1 Januari kemarin, yang tahun kemarin hanya ada sekitar 4 ribu pengunjung dalam satu hari, melonjak hingga lebih dari 25 ribu pengunjung,” jelasnya.
Pihaknya juga mencatat bahwa sepanjang tahun 2018, semua objek wisata yang ada dalam pengelolaan Pemerintah Kota Semarang mengalami lonjakan pengunjung yang signifikan. “Hutan Wisata Tinjomoyo pada 2017 hanya dikunjungi 9.409 wisatawan, sedangkan 2018 mencapai 38.386 kunjungan,” tutupnya. (Gus/lna)

Leave a Reply