
JoSS, KARANGANYAR – Peringatan 11 tahun wafatnya Presiden RI ke-2 Soeharto tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Peziarah yang datang di Astana Giri Bangun yang berada di Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar pada Minggu (27/1) turun drastis.
Seorang Penjaga Makam Astana Giri Bangun Tarno mengatakan hari ini, Minggu (27/1) adalah peringatan 11 tahun wafatnya Soeharto, namun pengunjung kali ini sangat sedikit dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Mungkin karena kendala cuaca, otomatis yang takziah berkurang. Selain itu, juga tidak bertepatan dengan musim takziah dan libur nasional,” katanya, seperti dikutip dari Tribunjateng.com, Minggu (27/1).
Dia menuturkan, hingga menjelang petang jumlah pengunjung (peziarah) tercatat sejumlah 729 orang. Jumlah tersebut merupakan jumlah paling sedikit yang berziarah pada hari libur. Apabila cuaca terang dan bertepatan dengan musim takziah atau hari libur nasional, biasanya yang datang berziarah itu sekitar 2.500 hingga 3.000 orang.
Para peziarah berasal dari beberapa wilayah di Pulau Jawa seperti Jombang, Temanggung, Semarang, Jepara, Gunung Kidul dan lain-lain.
Namun ada juga yang berasal dari luar Pulau Jawa, seperti Bengkulu dan Bangkalan Madura. Bagi para pengunjung yang ingin berziarah, biasanya mereka mengurus Surat Izin Ziarah terlebih dahulu di tempat penerimaan tamu.
Selain itu, para pengunjung cukup memasukan infaq seikhlasnya atau sukarela.
Adapun aturan pakaian yang harus diperhatikan tatkala ingin berziarah. Para pengunjung diharuskan berpakaian rapi dan mengenakan celana panjang.
Akan tetapi apabila para pengunjung ada yang mengenakan celana pendek, di pintu masuk utama juga sudah disediakan sarung atau celana panjang.
Seusai berziarah, para pengunjung juga dapat membeli oleh-oleh berupa kaos bergambar Presiden ke-2 RI, Soeharto di sekitaran Astana Giribangun.
Baca juga: Pengusaha Mebel Solo Rasakan Dampak Positif Perang Dagang AS-China
Astana Giri Bangun berlokasi di Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah. Suasana asri ditambah dengan sejuknya udara dan kabut tipis yang turun saat hari menjelang sore membuat betah peziarah yang datang dari berbagai kota itu.
Dalam bangunan pendapa besar di tengah kompleks ini, jasad Tien Soeharto dan sang suami, Soeharto disemayamkan.
Makam ini juga berada di kompleks yang sama dengan Astana Mangadeg, sebuah kompleks pemakaman para penguasa Mangkunegaran yang berada di bukit yang lebih tinggi.
Di Astana Mangadeg, ada makam Mangkunegaran I atau Pangeran Sambernyawa, Mangkunegaran II dan Mangkunegaran III.
Astana Giri Bangun selalu ramai dikunjungi para peziarah yang ingin mendoakan mantan presiden Indonesia itu.
Tak heran, saat hari libur, biasanya banyak bus pariwisata yang datang membawa rombongan peziarah.
Menurut juru kunci Astana Giri Bangun, banyak pula para calon anggota dewan atau calon pemimpin yang datang berkunjung. (Wiek/lna)

Leave a Reply