Pengusaha Pengiriman Logistik: Tarif Tol Trans Jawa Kemahalan

logistik
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, SEMARANG – Kalangan pengusa jasa pengiriman logistik menilai pengoperasian tol Trans Jawa belum berpihak pada industri pengiriman barang, pasalnya tarif yang ditetapkan masih sangat mahal.

Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah, Tony Winarno, menilai pembangunan infrastruktur tersebut sudah tepat, karena bisa mendekatkan jarak antarwilayah yang tentunya waktu tempuh jadi lebih singkat. Namun, sayangnya, mahalnya tarif tol ini dinilai merugikan pelaku jasa pengiriman khusunya usaha menengah kecil mikro (UMKM).

“Infrastruktur ini untuk siapa, kalau untuk rakyat, mengapa tarifnya sangat mahal. Bagi pengusaha tentu mahalnya tarif tersebut sangat merugikan,” katanya, dikutip dari Bisnis.com.

Lebih lanjut dia menjelaskan, biaya yang dibayarkan untuk sekali jalan misalnya ke Semarang dan Solo tidak sebanding dengan biaya bahan bakar. Meski dinilai bermanfaat dan mendekatkan, menurut dia, tarif yang ada saat ini tidak berpihak kepada Asperindo.

Dia menilai, tingginya tarif tol ini membuat biaya operasional membengkak yang nantinya akan berpengaruh pada harga jual produk, sehingga sampai ke tangan konsumen harga sudah tinggi.

“Biaya logistik malah akan semakin meningkat, padahal harusnya bisa memangkas biaya kan, nah ini malah menambah biaya,” tambahnya.

Baca juga: Tarif Tol Trans Jawa Kemahalan

Dia mencontohkan untuk biaya logistik dari Semarang ke Surabaya melewati Tol Trans Jawa, sedikitnya pengusaha logistik harus mengeluarkan uang sebesar Rp 259.000 untuk sekali jalan.

Sementara ongkos bahan bakar misalnya Rp 200.000 sekali jalan, jika dikalikan dua, tarif tol pulang pergi sebesar Rp 518.000 plus dengan biaya bahan bakar Rp 400.000 pulang pergi.

“Dari segi bisnis tentu tidak menguntungkan bagi Asperindo,” ucapnya.

Padahal barang-barang logistik yang paling banyak dikirim oleh anggota Aperindo, mayoritas adalah barang UMKM dari Solo dan Semarang, maupun Yogyakarta dengan tujuan berbagai kota di Jawa Tengah maupun luar Jawa.

Lebih lanjut dia berharap, agar biaya tarif tol Trans Jawa yang baru saja diresmikan tersebut, bisa dikaji ulang dan berpihak kepada pengusaha maupun rakyat. Sehingga selain mendekatkan jarak, juga secara langsung bisa menguntungkan dan mengangkat segi bisnis dan sektor lainnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*