
JoSS, SEMARANG – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendorong perguruan tinggi (PT) tidak ragu membuka program studi (prodi) inovatif.
Sebab inovasi prodi, khususnya bidang ilmu yang menjadi prioritas negara, dinilai penting agar yang diajarkan di PT tidak ketinggalan zaman.
“Pengajuan pembukaan prodi inovatif untuk bidang ilmu yang menjadi prioritas negara yang saat ini dijamin mudah dan cepat, asalkan memenuhi persyaratan yang ditentukan,” kata Menteri Ristekdikti (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat menutup Rakernas 2019 Kemenristekdikti di Gedung Soedarto Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jumat (4/1).
Membuat mudah dan cepat pengajuan prodi inovatif PT menjadi salah satu poin rekomendasi hasil rakernas di fokus bidang pembelajaran dan kemahasiswaan.
Rakernas 2019 Kemenristekdikti melahirkan tujuh fokus rekomendasi bagi pengembangan riset, teknologi dan pendidikan tinggi Indonesia di era disrupsi.
“Tujuh fokus rekomendasi rakernas, yaitu di bidang pembelajaran dan kemahasiswaan, kelembagaan iptek dan dikti, sumber daya iptek dan dikti, riset dan pengembangan, inovasi, reformasi birokrasi dan pengawasan internal,” beber Nasir.
Poin lain di bidang pembelajaran dan kemahasiswaan yang direkomendasikan diantaranya pembentukan sikap mahasiswa dan lulusan yang toleran, empati, menghargai ragam budaya, dan cinta tanah air yang perlu diintegrasikan dengan pendidikan anti korupsi dan bela negara dalam kurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler.
Di bidang kelembagaan iptek dan dikti, diantaranya PT harus melakukan penyesuaian prodi dan kurikulum dengan mengintegrasikan literasi baru untuk merespon revolusi industri 4.0. PT juga harus menyiapkan diri menyambut beroperasinya PT luar negeri.
Di bidang sumber daya iptek dan dikti, salah satu poin menyangkut relevansi pengembangan SDM dan kebutuhan prioritas pembangunan.
Sistem informasi sumberdaya terintegrasi agar digunakan sebagai sarana monitoring dan evaluasi serta kenaikan pangkat bagi dosen di perguruan tinggi.
Baca juga: Tiga Perguruan Tinggi di Solo Merger Jadi Universitas Duta Bangsa
Di bidang riset dan pengembangan, pimpinan PT, L2Dikti dan LPNK agar lebih meningkatkan kualitas publikasi dengan antara lain mendorong para dosen dan peneliti serta mahasiswa untuk melakukan publikasi pada jurnal yang bereputasi.
Serta mendorong peneliti untuk memperhatikan karya ilmiah lain dari dalam maupun luar negeri untuk menjadi referensi penelitian yang dikembangkan.
Bidang inovasi, PT agar mendorong pemanfaatan inkubasi teknologi untuk melahirkan start-up unggulan dari hasil penelitian dan pengembangan, melalui pemanfaatan pendanaan riset atau pengabdian masyarakat.
Dan membentuk university market sebagai showroom untuk memasarkan produk perguruan tinggi dengan memanfaatkan teknologi digital.
Bidang reformasi birokrasi, pimpinan PTN dan LLDikti agar meningkatkan kualitas pelayanan publik yang ditandai dengan peningkatan indeks kepuasan masyarakat.
Pimpinan PTN agar membentuk dan memberdayakan unit layanan terpadu sebagai sarana pemberian layanan secara terpusat kepada masyarakat, mahasiswa, dosen, dan tendik.
Bidang pengawasan internal, pimpinan unit kerja agar segera melakukan updating data wajib lapor LHKPN dan melakukan pelaporan E-LHKPN secara tepat waktu sesuai Permenristekdiki Nomor 43 Tahun 2015. Selain itu, mencanangkan serta melaksanakan pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM.
Rakernas 2019 Kemeristekdikti diikuti sekitar 350 peserta yang berasal dari pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal Kemenristekdikti.
“Apa yang telah dirumuskan rektor, direktur, pimpinan perguruan tinggi, kepala lpnk, kepala lldikti, dan atdikbud akan dijadikan blueprint untuk saling mengawasi dan mengevaluasi agar rekomendasi ini dapat dijalankan secara baik dalam menghadapi revolusi industri 4.0,” pungkas Nasir. (Joy/lna)

Leave a Reply