LRT Jadi Target Utama Pembangunan Semarang 2019

Pembangunan
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, SEMARANG – Pembangunan Light Rail Transit (LRT) menjadi target pekerjaan fisik yang akan digarap Pemkot Semarang di tahun 2019 ini. Selain itu, Pemkot juga akan segera merealisasikan pembangunan jembatan kaca dan eskalator berjalan.

Menurut Walikota Semarang Hendrar Prihadi LRT menjadi prioritas utama untuk segera dikerjakan. Pihaknya bahkan sudah menyelesaikan kajian termasuk menyiapkan Detail Engineering Design (DED).

“Tahun ini diharapkan bisa dikerjakan karena kajian sudah dilaksanakan, tinggal melaksanakan proses lelang. Beberapa investor bahkan sudah tertarik untuk mengerjakan proyek LRT ini,” terangnya kepada JoSS.co.id di Semarang, Kamis (17/1).

Dijelaskan, LRT diharapkan dapat menjadi pilihan terbaik sarana transportasi bagi Kota Semarang. Pembangunan LRT ini akan jadi fokus utama Pemkot pada 2019 ini.

Pada tahap pertama, akan dibangun koridor I yang menghubungkan antara Pasar Bulu ke Bandara A Yani. Ditargetkannya, ground breaking pembangunan LRT sudah bisa dilaksanakan tahun ini. “Ini salah satu prioritas kami sebagai salah satu upaya mengatasi macet dan mengubah wajah kota,” tukasnya.

Adapun untuk pembiayaan, akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Ia mengaku jika hanya mengandalkan anggaran Pemkot saja, tidak akan tidak mencukupi sehingga harus digunakan skema itu.

Selain LRT, proyek lain adalah pembuatan eskalator berjalan di sepanjang Jalan Pemuda tepatnya di Lawang Sewu sampai Mal Paragon. Eskalator berjalan ini ditempatkan di jalur pedestrian untuk pejalan kaki sehingga pengguna dapat menikmati suasana jalanan di Jalan Pemuda.

Baca juga: PLTSa Jati Barang Tunggu Negosiasi Harga

“Saat ini prosesnya masih perancangan DED. Paling telat ditargetkan tahun 2020 bisa dimulai dikerjakan,” ujarnya.

Hendi menambahkan,  pekerjaan fisik yang dilaksanakan Pemkot Semarang tak hanya di pusat kota, ia juga membangun jembatan kaca di Gunungpati. Jembatan kaca ini diharapkan destinasi wisata baru bagi wisatawan.

Jembatan yang unik dengan kaca membuat wisatawan dapat menikmati suasana alam Gunungpati. Proyek lainnya yang menjadi fokus utama Pemkot Semarang adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Jatibarang tahap kedua.

Selain PLTSa bantuan dari Denmark, Pemkot juga akan membangun satu lagi dengan teknologi insinerator. Pihaknya menginginkan pembangunan PLTSa kedua tersebut bisa dibangun secepatnya dengan meminta bantuan anggaran kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar beban anggaran semakin berkurang.

Hendi menuturkan, meski ada bantuan dari pemerintah pusat ia pun yakin anggaran yang dibutuhkan masih kurang. Karenanya, Hendi menginginkan adanya skema KPBU dalam pembangunannya.

“Kami membuka peluang kepada investor yang ingin berinvestasi di Kota Semarang. Ini loh ada PLTSa yang bisa kita kerjasamakan,” ujarnya.

Dengan skema KPBU tersebut, katanya, nantinya pihak investor bisa mengelola PLTSa dalam kurun waktu tertentu untuk diambil manfaatnya. Setelahnya, pengelolaan murni kembali ke Pemkot Semarang sebagai pemilik aset. Ia menargetkan diharapkan pembangunan PLTSa bisa dikerjakan tahun ini dan selesai tahun 2020. (gus/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*