JoSS, SOLO – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah panjang rute Kereta Api (KA) Joglosemarkerto mulai 1 Februari mendatang sampai ke Stasiun Prupuk Tegal. Hal ini untuk menjawab tingginya animo masyarakat menaiki KA trans Jawa Tengah ini.
Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daops) VI/Yogyakarta, Eko Budiyanto mengatakan nantinya total ada enam relasi KA Joglosemarkerto yang berhenti di Stasiun Prupuk, yakni tiga perjalanan tujuan Semarang serta tiga perjalanan tujuan Purwokerto sampai Solo.
Menurut dia penambahan stasiun pemberhentian KA Joglosemarkerto ini sejalan dengan kembali diaktifkannya Stasiun Prupuk, Tegal, sejak 18 Oktober 2018 lalu. Di samping itu, ini berbanding lurus dengan antusiasme masyarakat menggunakan KA yang menghubungkan jalur pantai utara dan pantai selatan Jateng.
“Apalagi dari tiga perjalanan KA Joglosemarkerto, load factor-nya di atas 100%. Bertambahnya stasiun pemberhentian semakin bisa menjangkau masyarakat di sejumlah wilayah,” katanya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/1).
Seperti diketahui KA Joglosemarkerto ini ada delapan relasi, masing-masing berangkat dari Solo, Semarang, dan Purwokerto. Setiap perjalanan KA Joglosemarkerto menggunakan dua kereta eksekutif dengan kapasitas 100 tempat duduk dan tujuh kereta ekonomi dengan kapasitas 560 tempat duduk.
Relasi Solo-Tegal-Solo berangkat dari Stasiun Solo Balapan pukul 06.00 WIB lewat Jojga, Purwokerto, Tegal (Stasiun Prupuk), kembali ke Solo, lewat jalur utara seperti Pekalongan, Semarang, Brumbung, terakhir Solo Balapan.
Baca juga: Makin Diminati, Tingkat Keterisian KA Joglosemarkerto Capai 186%
Manajer Humas PT KAI Daops V/Purwokerto, Supriyanto, dalam rilisnya menyebut setelah lama tidak disinggahi untuk naik/turun penumpang, mulai 18 Oktober 2018 sudah banyak kereta api yang berhenti di Stasiun Prupuk.
“Tiga perjalanan KA Joglosemarkerto Semarang serta tiga perjalanan tujuan Purwokerto sampai Solo yang berhenti. Dengan demikian, penumpang dari dan menuju Prupuk, bisa langsung mencari relasi Stasiun Prupuk,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, antusiasme masyarakat untuk menggunakan KA Joglosemarkerto terus meningkat. Terbukti sejak diluncurkan 1 Desember 2018 lalu, jumlah okupansi atau tingkat hunian penumpang kereta api yang terdiri dari sembilan gerbong itu selalu penuh bahkan di atas 100%.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) IV Semarang, Krisbiyantoro, menyebutkan selama bulan Desember 2018 tercatat ada sekitar 223.119 penumpang di Jateng dan DIY yang menggunakan KA Joglosemarto.
Padahal, kereta yang menghubungkan kota-kota di Jateng dan DIY itu hanya memiliki kapasitas tempat duduk sekitar 119.784 kursi dalam kurun waktu satu bulan.
“Okupansi KA Joglosemarto pada bulan Desember 2018 yang mencapai 186% itu dikarenakan banyak penumpang yang turun di stasiun antara dan kemudian ada penumpang lain yang naik lagi di stasiun tersebut. Perjalanan memutar dua arah yang menghubungkan Jateng dan DIY inilah yang menyebabkan okupansinya di atas 100%,” ujar Krisbiyantoro dalam keterangan resmi.
KA Joglosemarkerto yang melintasi tiga wilayah kerja PT KAI, yakni KAI Daops IV, KAI Daops V Purwokerto, dan PT KAI Daops VI Yogyakarta ini memiliki kapasitas tempat duduk 664 kursi dalam satu rangkaian dan menyediakan total 3.864 kursi setiap harinya. (lna)

Leave a Reply