Jumlah Kunjungan Turis Tiongkok Ke Bali Turun 37,51%

Kunjungan
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, DENPASAR – Jumlah kunjungan wisatawan China yang berkunjung ke Bali pada November 2018 mengalami penurunan sebesar 37,51% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal itu mengoreksi posisi kontribusi Tiongkok dalam urutan pelancong teratas di pulau Dewata.

Sementara itu, posisi teratas diduduki oleh turis asal Australia yang mencapai 87.344 wisatawan atau memberikan kontribusi sebesar 21,45% terhadap jumlah kedatangan.

Kepala Bidang Integrasi Pengolahan Data Statistik BPS Bali Kadek Agus Wirawan mengatakan China atau Tiongkok saat ini berada dalam posisi kedua kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) terbesar ke Bali.

Selama November 2018, kunjungan wisman Tiongkok adalah sebanyak 73.822 wisatawan atau sekitar 18,13% dari total kedatangan.

“Saat ini kunjungan wisman tertinggi diduduki Australia dengan jumlah 87.344 wisatawan atau sebesar 21,45% dari total kedatangan. Tiongkok nomer dua,” katanya, seperti dikutip dari Bisnis.com, belum lama ini.

Dia menuturkan secara total, jumlah kunjungan wisman yang datang ke Bali selama November 2018 tercatat mencapai 407.167 wisatawan. Angka ini turun sebesar 21,37% dibanding periode sebelumnya.

“Sebenarnya hampir semua negara utama asal wisman mengalami peningkatan kedatangan, hanya Jerman, Tiongkok, dan Inggris yang mengalami penurunan,” katanya, Rabu (2/1/2019).

Selain Tiongkok, penurunan kunjungan wisman yang cukup dalam pada November 2018 dibanding periode sebelumnya juga terjadi pada kebangsaan Jerman dan Inggris, masing-masing sebesar 46,02% dan 31,03%.

Baca juga: Plaza Goa Kreo, Bridge Fountain Dan Semarang Zoo Jadi Magnet Kuat Wisatawan

Hampir semua pasar utama wisata Bali mengalami penurunan kecuali India, Malaysia, dan Singapura. Secara berturut-turut, peningkatan kunjungan wisman Malaysia, Singapura, dan India masing-masing sebesar 42,82%, 30,76%, dan16,07% pada November 2018 dibanding bulan sebelumnya.

Walaupun Australia menempati urutan pertama kedatangan wisman ke Bali, nilainya tetap mengalami penurunan sebesar 17,52% pada November 2018 dibanding periode sebelumnya.

“Jika dibandingkan dengan November 2017, hampir seluruh negara utama asal wisman mengalami peningkatan dengan yang tertinggi berasal dari Singapura sebesar 52,97%,” kata Agus.

Secara kumulatif, pada periode Januari-November 2018, wisman yang datang langsung ke Bali tercatat sebanyak 5,5 juta lebih tinggi 3,54% dari periode sama tahun sebelumnya.

Sementara, Bali sendiri menargetkan kunjungan wisman sebesar 6,5 juta selama 2018. Artinya, selama Januari – November 2018, jumlah kunjungan wisman ke Bali baru mencapai 84% dari target. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*