Jelang Imlek Wanita Jomblo di China Dapat Cuti Untuk Cari Pasangan

jomblo
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, CHINA – Bagi wanita jomblo di China, perayaan Imlek adalah saat yang  menegangkan. Bagaimana tidak? Sewaktu kumpul bersama keluarga di rumah untuk merayakan Imlek, mereka tak bisa pamer pacar atau pasangan hidupnya.

Mengetahui hal itu, sejumlah perusahaan di China pun berbaik hati untuk memberi cuti para jomblo agar bisa mencari pasangan.  Dilaporkan South China Morning Post, dua perusahaan di provinsi Zheijiang, China menawarkan cuti tambahan untuk para pegawai wanitanya selama periode Imlek.

Ekstra hari libur dari tujuh hari cuti yang diberikan itu diperuntukan bagi mereka yang belum menikah dan berusia lebih dari 30 tahun. Tujuannya agar mereka bisa mempersiapkan tahun baru China lebih maksimal, terutama untuk urusan cari pasangan.

Salah satu perusahaan yang memberikan ‘cuti cinta’ tersebut adalah Song Dynasty Town. Tempat atraksi turis itu mengaku ingin memberikan kesempatan untuk para pegawai kantornya berinteraksi dengan lawan jenis. Hal tersebut pun disambut hangat oleh para pekerja jomblo yang memang butuh waktu lebih untuk berkencan.

Baca juga: Ini Yang Harus Dilakukan Agar Nyaman Saat Wisata Imlek di China

“Rasio pria dan wanita di perusahaan kami tergolong seimbang. Tapi kebanyakan pekerja wanita bekerja di departemen fungsional internal dan beberapa adalah performer acara.

Beberapa pegawai wanita lebih jarang berkontak dengan dunia luar. Karena itu, kami harap bisa memberi cuti lebih kepada pegawai wanita untuk memberi mereka lebih banyak waktu dan kesempatan berinteraksi dengan dunia luar,” kata perwakilan Song Dynasty Town.

Keputusan ini pun terisnpirasi dari sebuah SMP di Hangzhou yang menawarkan para guru cuti ekstra dua hari setiap bulan untuk mencari pasangan. Dikatakan jika hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan semangat dan produktifitas para pekerja wanita.

Seperti dirilis dari Wolypop, saat Imlek, banyak wanita yang diharapkan membawa kekasihnya atau calon suami. Apalagi untuk mereka yang telah melewati usia 20 tahun. Tak jarang mereka mendapat stigma negatif dari lingkungan sebagai ‘wanita sisa’ dan dianggap hanya mementingkan karier. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*