Jalur Rel Ganda Solo-Sragen Beroperasi Februari

jalur rel
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, SOLO – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kegiatan Pengembangan Perkeretaapian Jawa Tengah Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, Arief Sudiatmoko, memastikan jalur ganda rel KA Solo-Kedungbanteng-Sragen telah rampung seluruhnya dan siap beroperasi Februari mendatang.

Dia menambahkan proyek jalur ganda kereta api (KA) atau double tract Solo-Kedungbanteng, Sragen, sepanjang 42 km siap beroperasi Februari 2019. Saat ini, perkembangan pembangunannya sudah mencapai 97%.

Dia menambahkan rencana pengoperasiannya masih menunggu tahapan-tahapan switch over, safety assesment, dan pengujian. “Proyek jalur ganda Solo-Sragen telah rampung seluruhnya dan hanya menyisakan pembangunan fisik lain yang tidak terkait langsung dengan rel,” katanya.

Arief menambahkan pembangunan jalur itu melewati 19 jembatan dengan rentang terpanjang melewati Sungai Bengawan Solo di kawasan Jurug. Di titik itu, panjang jembatan yang telah selesai dibangun mencapai 225 meter.

Menurut dia, nantinya jembatan yang lama akan diganti dengan yang baru di sebelahnya dan sudah diap untuk dilintasi kereta. Saat ini proses pembangunannya sudah selesai dan dalam tahapan proses pengalihan jalur lama ke jalur baru.

“Jembatan rentang terpanjang melintasi Sungai Bengawan Solo di Kawasan Jurug, sepanjang  225 meter. Sementara itu dengan adanya jalur baru ini nanti jembatan yang lama akan diganti.  Jembatan baru yang sudah siap lintas di sebelahnya,” katanya seperti dikutip dari Solopos.com, belum lama ini.

Baca juga: Pengoperasian Jalur KA Rel Ganda dari Solo – Sragen Februari 2019

Dia menurutkan Proyek multiyears dengan total investasi mencapai Rp1,2 triliun itu juga membangun dua stasiun baru, selain tetap menggunakan lima stasiun yang sudah ada. Dua stasiun baru tersebut meliputi Stasiun Palur dan Stasiun Kemiri.

Arief menjelaskan pengoperasian rel ganda itu dinilai bakal meningkatkan kapasitas kereta yang melintas dari semula 91 kereta per hari menjadi 182 kereta per hari.

“Ini untuk menunjang operasional kereta rute Jakarta-Surabaya maupun Jogja-Solo-Surabaya. Saat ini untuk Solo-Yogyakarta sudah menggunakan rel ganda,” ucapnya.

Tentang operasional komuter Sragen-Solo, Pejabat Humas Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jawa Bagian Tengah, Eko Budi Santoso, mengatakan operasional komuter per trainset pemberangkatan seperti Prameks berkapasitas angkut mencapai 200 orang.

“Rencana frekuensi pengoperasian komuter itu masih dibahas,” tuturnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*