Gimana Rasanya Berwisata Pantai Di Dekat Gudang Rudal?

JoSS, KOREA UTARA – Kawasan pesisir Wonsan-Kalma, Korea Utara bakal dibuka untuk umum pada akhir tahun ini.

Selain pantai, kawasan tersebut juga akan menjadi komplek hotel, taman bermain, stadion olahraga, bioskop, tempat belanja dan tempat makan.

Hal tersebut diketahui dari foto satelit yang diambil oleh kelompok monitor Amerika Serikat, 38 North, seperti yang dirilis CNNTravel, belum lama ini.

Pembangunan kawasan wisata baru ini telah berlangsung sejak tahun lalu. Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-Un, juga sering datang langsung ke sana demi mengecek perkembangan proyek yang sedang berjalan.

Wonsan-Kalma merupakan kawasan militer tempat pemerintah Korea Utara menyimpan amunisi rudal balistiknya. Jika terjadi keadaan darurat, rudal balistik itu juga bakal diluncurkan dari sana.

Baca juga: Bagasi Berbayar dan Mahalnya Tiket Pesawat Ancam Industri Pariwisata

“Sangat aneh mengetahui ada kawasan wisata di gudang rudal balistik. Namun ini adalah negara Kim Jong-Un, dia bisa melakukan apa pun,” kata Lim Eul-chul, pengamat ekonomi Korea Utara dari Universitas Kyungnam, Korea Selatan, seperti yang dikutip dari Reuters pada 2017.

Pembangunan kawasan wisata di Korea Utara juga didukung oleh Amerika Serikat, melalui Presiden Donald Trump yang melakukan pertemuan dengan Kim Jong-Un di Singapura pada Juni 2017.

“Korea Utara memiliki pantai yang indah. Anda bisa melihatnya dalam video saat mereka menembakkan rudal ke angkasa,” kata Trump.

Hingga saat ini belum diketahui dengan pasti jumlah turis yang datang ke Korea Utara, karena pemerintahnya tak membuka data tersebut ke publik.

Namun dalam tulisan Channel News Asia disebutkan kalau Korea Utara dikunjungi 100 ribu turis mancanegara setiap tahunnya.

Dari selebaran Wonsan-Kalma yang diterima Reuters, tertulis bahwa kawasan wisata ini berharap dikunjungi 1 juta turis setiap tahunnya.

Meski rencana pengembangannya sudah mantap, tapi ada catatan kelam mengenai pariwisata di Korea Utara.

Pada tahun 2008, seorang turis asal Korea Selatan yang berusia 53 tahun ditembak mati oleh militer Korea Utara karena berusaha masuk ke zona militer dalam turnya.

Lalu pada dua tahun yang lalu seorang turis asal Amerika Serikat, Otto Warmbier, meninggal dunia setelah bebas dari penjara Korea Utara dengan tuduhan mencuri poster propaganda pemerintah Korea Utara. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*