
JoSS, CIBATU JABAR – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan pemerintah pada tahun ini akan mengaktifkan kembali jalur Kereta Api (KA) di wilayah Jawa Barat yang sudah lama tidak digunakan. Langkah ini juga untuk mendukung aksesibilitas menuju Bandara Kertajati, Majalengka.
Dia menuturkan jalur KA yang akan di reaktivasi yaitu Bandung – Garut dan Cianjur – Bandung. Reaktivasi jalur kereta api ini diyakini dapat menumbuhkan perekonomuan baru di wilayah ini, dan yang tidak kalah pentingnya adalah mendukung transportasi menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka.
Menurut Budi, sejak beroperasi Mei 2018, tingkat keterisian penumpang (load factor) saat hari biasa (weekdays) masih berada pada kisaran 50%. Sedangkan akhir pekan (weekend) sekitar 70%.
“Reaktivasi jalur KA, Bandung-Garut dan Cianjur-Bandung akan dimulai tahun ini. PT KAI sudah melakukan dari Bandung menuju Garut, sedangkan Kementerian Perhubungan kebagian Cianjur menuju Bandung,” katanya, seperti dikutip dari Bisnis.com, Sabtu (19/1).
Budi menuturkan, ke depan jalur-jalur tersebut akan diteruskan ke Bandara Kertajati. “Ini jalur-jalur yang nanti menjadi jangkar karena seperti kita ketahui kereta api sebagai suatu angkutan yang paling digemari masyarakat, murah, tidak ada polusi dan tepat waktu,” tuturnya.
Baca juga: Prakonstruksi Pengaktifan Jalur KA Semarang-Magelang-Yogyakarta Mulai 2019
Dia menambahkan, banyak manfaat dari pembukaan jalur reaktivasi jalur KA tersebut. Slaah satunya masyarakat menjadi mempunyai alternatif dalam melakukan perjalanan, tidak hanya melalui jalan raya.
“Kemudian kita bisa mengaktifkan lagi aset yang kita miliki dan difungsikan dengan maksimal serta ada suatu yang potensial dari pariwisata yang dapat di tonjolkan,” ujar Budi.
Kendati demikian, Budi mengaku masih ada kendala berupa penolakan warga di sejumlah daerah. Terkait hal itu, dia mengaku memahami keputusan warga. “Ya kalau kita harus jujur itu kan tanah negara itu nanti ada semacam bukan ganti rugi untuk mereka pindahkan rumahnya,” katanya.
Pihak PT Bandarudara Internasional Jawa Barat membenarkan kekurangan sosialisasi sehingga Bandara Kertajati sepi penumpang. Masalah lain adalah jarak yang terlampau jauh dari wilayah sekitar seperti Cirebon dan Kuningan.
Lebih lanjut Menhub menjelaskan kedua jalur tersebut dibangun dengan skema pendanaan yang berbeda. Jalur KA Bandung-Garut dibiayai oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), sedangkan jalur Cianjur-Bandung dibiayai Kemenhub.
Menhub menjelaskan reaktivasi jalur KA ini akan memberikan banyak manfaat di antaranya masyarakat akan mempunyai alternatif lain dalam bertransportasi, meningkatkan potensi sektor pariwisata yang ada, meningkatkan konektivitas dan integrasi antarmoda, serta aset yang dapat dimaksimalkan kembali.
“Masyarakat jadi punya alternatif dalam bertransportasi tidak hanya angkutan darat saja, kemudian kita bisa mengaktifkan lagi aset yang kita miliki dan difungsikan dengan maksimal serta ada suatu yang potensial dari pariwisata yang dapat ditonjolkan,” ujarnya. (lna)

Leave a Reply